Di depan hakim praperadilan, Arbab mengaku tak pernah dipanggil KPK

Rabu, 18 Januari 2017 16:31 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Di depan hakim praperadilan, Arbab mengaku tak pernah dipanggil KPK Akil jadi saksi Rusli. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang praperadilan kasus suap Pilkada Buton tahun 2012 dengan tersangka Bupati Buton, Samsu Umar. Agenda sidang mendengarkan keterangan para saksi, salah satunya saksi utama mantan anggota Komisi III DPR Arbab Paproeka.

Dalam keterangannya di depan majelis hakim, Arbab mengaku tidak pernah diperiksa KPK selama proses penyidikan dan persidangan Akil Mochtar di Pengadilan Tipikor.

"Saya hanya menerima surat panggilan bersaksi di pengadilan, tetapi surat panggilan pemeriksaan tidak ada," ujar Arbab di persidangan, Rabu (18/1).

Arbab menyampaikan, pernah mengirim surat kepada pimpinan KPK tertanggal 12 Oktober 2016 untuk menjelaskan duduk persoalan dan kebenaran kasus suap ketua MK Akil Mochtar yang akhirnya menyeret Bupati Buton Samsu Umar.

"Kasus itu ada karena saya, betul saya pernah bertemu dengan Pak Akil Mochtar sebanyak 2 kali, namun tidak pernah membicarakan kasus Pilkada Buton," kata Arbab Paproeka.

"Harusnya saya ditanya dulu dikonfirmasi apakah uang dari Bupati Buton itu terkait penyuapan atau tidak," lanjutnya.

Mantan anggota Komisi III DPR yang juga berprofesi sebagai pengacara itu mengaku telah membuat surat pernyataan di hadapan notaris yang menyatakan dua hal. Yakni, dirinya tidak mau meninggalkan masalah saat meninggal dan ingin meluruskan kesalahannya telah mencatut nama Akil Mochtar untuk memeras Bupati Buton sehingga terseret dalam kasus ini. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini