Di bawah umur, 7 terpidana pembunuh Yuyun dipisah dari napi dewasa

Jumat, 20 Mei 2016 03:06 Reporter : Yunita Amalia
Di bawah umur, 7 terpidana pembunuh Yuyun dipisah dari napi dewasa Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Ruang tahanan tujuh terpidana pembunuhan dan pemerkosaan Yuyun (14) dipisah, setelah ketujuh terpidana itu dieksekusi ke Lapas Klas IIA Bentiring, Kota Bengkulu. Hal ini dikarenakan mereka masih di bawah umur.

Kepala Lapas Klas IIA Bentiring Kota Bengkulu, FA Widyo di Bengkulu, mengatakan tujuh terpidana dibina di lapas tersebut sejak 19 Mei dengan menempati tiga kamar tahanan blok khusus anak.

"Tidak kita campur, mereka kita pisahkan sampai bisa membaur dengan narapidana lainnya," kata Widyo seperti dilansir Antara, Kamis (19/5).

Lapas Klas IIA Bentiring sendiri telah membina 32 orang narapidana khusus anak-anak, dengan tambahan tujuh orang terpidana kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun, lapas tersebut kini membina 37 narapidana anak. "Khusus blok anak ada tujuh kamar tahanan, yang tujuh orang ini selain terpisah dari narapidana lain, antar mereka juga di pisah-pisah," katanya.

Dia menuturkan terhadap 'anggota baru' pihaknya tidak ada perlakuan berbeda dengan narapidana anak lainnya, meski begitu ketujuh terpidana itu harus melewati masa karantina terlebih dahulu sebelum masuk ke Lapas Bentiring.

Terpidana yang berinisial, AL, SL, FS, EK, SU, DE dan DH itu sampai di Lapas Klas IIA Kota Bengkulu sekitar pukul 14.35 WIB. Mereka dipindahkan dari Lembaga Permasyarakatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Rejang Lebong, Eko Hening Wardono, mengatakan pemindahan terpidana ke Lapas Bentiring membutuhkan waktu tempuh lebih lama.

"Kita terhambat karena ada longsor di jalan gunung, jadi harus menghindarinya, jika kondisi normal bisa ditempuh dua jam saja, tetapi ini membutuhkan waktu tiga setengah jam," kata dia.

Pemindahan terpidana, kata dia sesuai dengan amar putusan hakim yakni mereka harus menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Bentiring Kota Bengkulu. Majelis hakim mengadili pemerkosa dan pembunuh siswi SMP Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu itu dengan vonis 10 tahun kurungan.

Selain hukuman 10 tahun penjara, mereka juga dikenakan pelatihan kerja selama enam bulan oleh karena para terpidana merupakan anak di bawah umur. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Pemerkosaan Yuyun
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini