Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dewan Adat Gorontalo beri gelar kehormatan pada almarhum JS Badudu

Dewan Adat Gorontalo beri gelar kehormatan pada almarhum JS Badudu Pemakaman JS Badudu. ©2016 merdeka.com/iman herdiana

Merdeka.com - Pakar bahasa Indonesia almarhum Jusuf Sjarif Badudu mendapat gelar kehormatan 'Taa O Ilomata To Wulito' dari Dewan Adat Gorontalo. Dalam Bahasa Indonesia, gelar itu berarti putera Indonesia terbaik kelahiran Gorontalo.

Jusuf Sjarif Badudu atau akrab disebut JS Badudu dinilai berjasa dalam mengembangkan Bahasa Indonesia. Gelar yang disematkan dalam prosesi adat di rumah peninggalan almarhum Jalan Bukit Dago Selatan 27 Bandung, Minggu (24/4).

"Pemberian gelar dilakukan lewat prosesi tradisi yang cukup rumit oleh Dewan Adat Gorontalo," kata cucu JS Badudu, Ananda Badudu, saat dihubungi Merdeka Bandung, Minggu (24/4).

Yang bertindak memberikan gelar adalah Sekretaris Jenderal Dewan Adat Gorontalo, Nurdin Mohammad. Seluruhnya ada sembilan orang dari Dewan Adat Gorontalo yang melakukan prosesi upacara pemberian gelar.

Ananda yang merupakan cucu ke-7 JS Badudu menyatakan, sebagai perwakilan keluarga dirinya merasa terhormat dan terharu dengan pemberian gelar tersebut. Terlebih para anggota Dewan Adat Gorontalo sengaja datang jauh-jauh ke Bandung untuk memberikan gelar, rata-rata usia mereka sudah sepuh.

"Kami sangat merasa terhormat dan mengapresiasi, apalagi dewan adatnya sampai datang ke Bandung untuk menggelar prosesi langsung ke sini," kata personel band Banda Neira ini.

Dalam prosesi itu, Dewan Adat Gorontalo mengenakan kostum tradisional dilengkapi dengan berbagai macam properti. Usai prosesi di rumah almarhum, prosesi dilanjutkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra di mana almarhum di makamkan.

"Prosesi dilanjutkan dengan penggantian nisan sehingga ada gelarnya," jelas Nanda.

Untuk diketahui, JS Badudu wafat pada 12 Maret 2016 pada usia 89 tahun karena komplikasi penyakit yang diderita semasa tuanya. Guru besar Unpad tersebut lahir di Gorontalo pada tanggal 19 Maret 1926.

Di sepanjang usianya, ia mengabdikan diri untuk Ilmu Bahasa Indonesia melalui kegiatan belajar-mengajar dan tulis-menulis. Ia menjadi guru sejak usia 15 tahun.

JS Badudu dikaruniai 9 orang anak, 9 menantu, 23 cucu, dan 2 cicit. Istrinya, Eva Henriette Alma Koroh, telah lebih dulu berpulang pada tanggal 16 Januari 2016 di usia 85 tahun. Mereka hidup bersama dalam ikatan pernikahan selama 62 tahun.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Lapas Gorontalo Banjir, Begini Penampakannya
Lapas Gorontalo Banjir, Begini Penampakannya

Banjir tersebut terjadi akibat hujan deras yang masih mengguyur wilayah Kota Gorontalo sejak pukul 14.00 WITA.

Baca Selengkapnya
Dinilai Berpeluang Jadi Ketum Golkar, Ini Respons Khas Gibran
Dinilai Berpeluang Jadi Ketum Golkar, Ini Respons Khas Gibran

Cawapres Gibran Rakabuming Raka memberi jawaban khas saat ditanya soal peluangnya menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto.

Baca Selengkapnya
BPBD: Banjir Kota Gorontalo Meluas hingga Enam Kecamatan
BPBD: Banjir Kota Gorontalo Meluas hingga Enam Kecamatan

Banjir terparah menggenangi wilayah Kecamatan Dumbo Raya dan Kota Barat

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Sederet Alasan Demokrat Jagokan Heru Budi Hartono di Pilgub Jakarta
Sederet Alasan Demokrat Jagokan Heru Budi Hartono di Pilgub Jakarta

Demokrat Jakarta membeberkan alasan untuk mengusulkan Heru Budi Hartono di Pilgub Jakarta.

Baca Selengkapnya
Ini Deretan Tokoh Disiapkan PDIP Maju Pilkada DKI: Ada Jenderal Andika Bersaing dengan Mantan Gubernur
Ini Deretan Tokoh Disiapkan PDIP Maju Pilkada DKI: Ada Jenderal Andika Bersaing dengan Mantan Gubernur

Pantas mengatakan, kemungkinan partainya bakal mengumumkan nama bakal calon gubernur pada Mei 2024 mendatang

Baca Selengkapnya
24 Juni 1914: Kelahiran Sanusi Hardjadinata, Orang Asli Garut yang Menjabat Gubernur Jawa Barat ke-5
24 Juni 1914: Kelahiran Sanusi Hardjadinata, Orang Asli Garut yang Menjabat Gubernur Jawa Barat ke-5

Raden Hadji Mohamad Sanusi Hardjadinata adalah seorang politisi Indonesia yang memiliki peran besar bagi sejarah kebangsaan Indonesia.

Baca Selengkapnya
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Sesepuh Jabar Solihin GP
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Sesepuh Jabar Solihin GP

Mantan Gubernur Jawa Barat, Letnan Jenderal (Purn) Solihin Gautama Purwanegara (GP) meninggal dunia pada Selasa (5/2).

Baca Selengkapnya
Kapolri Dapat Gelar Adat-Pusaka dari Dewan Adat dan Kerajaan di Sulawesi Selatan
Kapolri Dapat Gelar Adat-Pusaka dari Dewan Adat dan Kerajaan di Sulawesi Selatan

Gelar ini mempunyai arti pemimpin yang senantiasa mengayomi dan melindungi masyarakat serta pemberani dalam melaksanakan tugas.

Baca Selengkapnya
Arti Kedutan Mata Kanan Menurut Primbon Jawa, Bisa Jadi Pertanda Baik
Arti Kedutan Mata Kanan Menurut Primbon Jawa, Bisa Jadi Pertanda Baik

Kedutan mata oleh masyarakat Indonesia acap dikaitkan dengan pertanda baik dan buruk.

Baca Selengkapnya