Dewan Adat Gorontalo beri gelar kehormatan pada almarhum JS Badudu

Minggu, 24 April 2016 14:45 Reporter : Iman Herdiana
Dewan Adat Gorontalo beri gelar kehormatan pada almarhum JS Badudu Pemakaman JS Badudu. ©2016 merdeka.com/iman herdiana

Merdeka.com - Pakar bahasa Indonesia almarhum Jusuf Sjarif Badudu mendapat gelar kehormatan 'Taa O Ilomata To Wulito' dari Dewan Adat Gorontalo. Dalam Bahasa Indonesia, gelar itu berarti putera Indonesia terbaik kelahiran Gorontalo.

Jusuf Sjarif Badudu atau akrab disebut JS Badudu dinilai berjasa dalam mengembangkan Bahasa Indonesia. Gelar yang disematkan dalam prosesi adat di rumah peninggalan almarhum Jalan Bukit Dago Selatan 27 Bandung, Minggu (24/4).

"Pemberian gelar dilakukan lewat prosesi tradisi yang cukup rumit oleh Dewan Adat Gorontalo," kata cucu JS Badudu, Ananda Badudu, saat dihubungi Merdeka Bandung, Minggu (24/4).

Yang bertindak memberikan gelar adalah Sekretaris Jenderal Dewan Adat Gorontalo, Nurdin Mohammad. Seluruhnya ada sembilan orang dari Dewan Adat Gorontalo yang melakukan prosesi upacara pemberian gelar.

Ananda yang merupakan cucu ke-7 JS Badudu menyatakan, sebagai perwakilan keluarga dirinya merasa terhormat dan terharu dengan pemberian gelar tersebut. Terlebih para anggota Dewan Adat Gorontalo sengaja datang jauh-jauh ke Bandung untuk memberikan gelar, rata-rata usia mereka sudah sepuh.

"Kami sangat merasa terhormat dan mengapresiasi, apalagi dewan adatnya sampai datang ke Bandung untuk menggelar prosesi langsung ke sini," kata personel band Banda Neira ini.

Dalam prosesi itu, Dewan Adat Gorontalo mengenakan kostum tradisional dilengkapi dengan berbagai macam properti. Usai prosesi di rumah almarhum, prosesi dilanjutkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra di mana almarhum di makamkan.

"Prosesi dilanjutkan dengan penggantian nisan sehingga ada gelarnya," jelas Nanda.

Untuk diketahui, JS Badudu wafat pada 12 Maret 2016 pada usia 89 tahun karena komplikasi penyakit yang diderita semasa tuanya. Guru besar Unpad tersebut lahir di Gorontalo pada tanggal 19 Maret 1926.

Di sepanjang usianya, ia mengabdikan diri untuk Ilmu Bahasa Indonesia melalui kegiatan belajar-mengajar dan tulis-menulis. Ia menjadi guru sejak usia 15 tahun.

JS Badudu dikaruniai 9 orang anak, 9 menantu, 23 cucu, dan 2 cicit. Istrinya, Eva Henriette Alma Koroh, telah lebih dulu berpulang pada tanggal 16 Januari 2016 di usia 85 tahun. Mereka hidup bersama dalam ikatan pernikahan selama 62 tahun. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. JS Badudu Meninggal
  2. Bandung
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini