Desmond soal wacana tembak mati bandar: Bikin UU dulu baru bener

Rabu, 7 Desember 2016 14:50 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Desmond soal wacana tembak mati bandar: Bikin UU dulu baru bener Desmond Junaidi Mahesa. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Kepala badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso berencana menerapkan metode tembak mati kepada pengedar narkoba. Wacana ini dilontarkan Waseso usai mendapat sindiran dari Presiden Joko Widodo soal jumlah korban yang mati karena narkoba lebih besar dibanding pengedar barang haram itu.

Rencana Waseso ternyata mendapat reaksi keras dari anggota DPR, salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa. Desmond meminta Waseso untuk membuat UU yang mengatur tembak mati pengedar jika ingin melaksanakan rencananya.

"Bikin UU dulu baru Buwas bener.‎ Kalau belum ada aturan tembak mati ya dia bisa nembak orang gampang saja. Ya lewat UU narkoba saja," kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/12).

Desmond menyindir Waseso karena melontarkan pernyataan yang jauh dari aturan. Dia mengingatkan Waseso bahwa rencana tembak mati baru bisa dilakukan setelah ada persetujuan pemerintah dan DPR.

"Yang menjadi masalah hari ini kan Buwas ini berpikir melampaui zamannya. Seolah-olah dia adalah Undang-undang. Atau Buwas enggak tahu, pemerintah dan DPR-lah yang membuat undang-undang," jelasnya.

Cara tembak mati pengedar dipopulerkan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Desmond melihat Waseso sangat terobsesi dengan cara Duterte membasmi pengedar dan bandar narkoba.

"Dia‎ terobsesi dengan Presiden Filipina. Dia jadi presiden dulu dong Buwas itu. Yang jadi soal itu adalah, selama dia memimpin BNN prestasinya apa? Enggak keliatan juga," tegas Desmond.

Ketua DPP Partai Gerindra ini meragukan pencapaian BNN di bawah kepemimpinan Waseso dalam rangka perang terhadap narkoba. Meski diakui penangkapan kian banyak, tetapi langkah itu tidak diimbangi dengan pencegahan.

"Ya penangkapan makin banyak, pencegahannya mana? Jumlah orang yang ditangkap itu banyak, tapi pencegahannya berapa banyak? Akhirnya Lapas jadi tempatnya. Negara dirugikan karena overcapacity karena harus bangun gedung. Dan orang yang ditangkap itu harus dikasih makan," klaimnya.

"Seharusnya kalau penangkapan itu banyak, jumlah pemakainya juga menurun kan, ini kok jumlahnya tidak menurun-nurun. Ada apa, gitu lho? Jangan-jangan ini ditangkap, dihukum, obatnya dijual lagi, kan bisa begitu," pungkas Desmond.

Sebelumnya, Jokowi meminta Budi menggaris bawahi soal banyaknya pemakai yang menjadi korban peredaran narkoba. Jokowi membandingkan jumlah para bandar dan pemakai yang mati karena barang haram tersebut.

"Kalau kita lihat, 15.000 generasi muda kita mati setiap tahun karena narkoba. Berapa pengedar dan bandar yang mati setiap tahunnya? Ini pertanyaan untuk Kepala BNN supaya dibandingkan," kata Jokowi.

"Tolong ini diberikan garis bawah. Karena betul-betul melihat barang seperti ini kita harus sekali lagi menyatakan perang besar terhadap narkoba," tegas Jokowi.

Menanggapi hal ini, Waseso tak membantah jika nantinya bisa menerapkan metode tembak mati kepada pengedar narkoba. Metode tersebut dipopulerkan di Filipina di bawah kepemimpinan Presiden Rodrigo Duterte.

"Bila memang dibutuhkan dan memang bila diharuskan karena ada suatu tindakan perlawanan, kita akan lakukan itu (tembak mati). Dan BNN sendiri sudah dilengkapi dengan persenjataan yang baru dan itu akan kita lakukan dalam penegakan hukum. Tapi kita akan lakukan tindakan tegas sesuai perintah presiden. Kita harus tegas dalam menangani ini, tidak boleh main-main," jelas Waseso.

Baca juga:
Tak hanya bandar, kini pengedar narkoba terancam dihukum mati
Jokowi ke Waseso: Garis bawahi jumlah bandar narkoba mati tiap tahun

Revisi UU Narkotika, Budi Waseso ingin pasal rehabilitasi diperketat

Pistol yang dipakai BNN punya kaliber berbeda dengan Polri dan TNI

Budi Waseso Kepala BNN)', 'Click', 'Perangi narkoba, BNN bakal dilengkapi 2.200 pucuk senjata api')" href="http://www.merdeka.com/peristiwa/perangi-narkoba-bnn-bakal-dilengkapi-2200-pucuk-senjata-api.html" target="_blank">Perangi narkoba, BNN bakal dilengkapi 2.200 pucuk senjata api

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini