Desmond ke Capim KPK Nawawi: Manis Sekali Omongan Ini

Rabu, 11 September 2019 14:14 Reporter : Ahda Bayhaqi
Desmond ke Capim KPK Nawawi: Manis Sekali Omongan Ini desmond j mahesa. ©2017 Merdeka.com/dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi III Desmond Mahesa mengkritik Calon Pimpinan KPK, Nawawi Pomolango dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Politikus Gerindra itu menyebut, pemaparan Nawawi sebagai hakim hanya manis di mulut.

"Saya melihat manis sekali omongan ini, tapi anda asalnya dari hakim. Ini yang membuat saya ragu. Emangnya peradilan hari ini beres, enggak juga. Seolah-olah mafia hukum enggak ada, polisi, pengacara, jaksa enggak beres. Kalau hakimnya beres kepastian hukum keadilan itu ada," ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/9).

Desmond mengatakan, Nawawi hanya omong kosong. Sebab, Nawawi mengutip Presiden Joko Widodo tentang pencegahan dalam lingkup keuangan negara, perizinan dan tata niaga.

"Saya pikir sama saja omong kosongnya. Karena contoh, anda mengutip Joko Widodo, dalam agendanya tentang pencegahan terutama keuangan negara, perizinan dan tata niaga, memangnya pemerintah sudah bisa mengambil ini" kata Desmond.

Dia lebih lanjut menegaskan, KPK dan BNN sama saja. Fokus penindakan tanpa pencegahan. Dia pun minta penjelasan bagaimana bisa melakukan pencegahan itu.

"Kesan saya anda juga berlebihan dan mengamputasi KPK, juga yang tidak berdaya kalau anda tak bisa memaparkan dan jawab bagaimana pencegahan bila anda kami pilih," kata Desmond.

Menjawab Desmond, Nawawi mengatakan dirinya berbeda dengan ketua KPK terdahulu. Dia mengungkit Desmond yang pernah dilobi oleh Saut Situmorang.

"Benar pimpinan KPK yang dulu juga duduk di tempat ini. Bicara dengan bapak seperti ini. Tapi Abraham Samad beda dengan Nawawi Pamolango. Seorang Saut Situmorang yang barangkali pernah melobi bapak beda dengan Nawawi. Nawawi tidak pernah melobi dengan bapak seperti Pak Saut Situmorang lakukan seperti bapak ceritakan," sebutnya.

Nawawi menuturkan, Komisi III tidak perlu khawatir bilamana dia akhirnya terpilih tidak akan mengingkari apa yang disampaikan dalam forum uji kelayakan dan kepatutan.

"Kami hakim Pak 30 tahun, dan kalau bicara loyalitas MA itu soko guru loyalitas. Saya pak kalau ketemu Ketua MA harus membungkuk pak seperti di pengadilan. Bicara komit luar biasa, beliau adalah guru kami. Kami dibesarkan dengan lembaga yang memberi teladan tentang loyalitas dan komitmen dalam berbicara," tegasnya.

Dia pun menjelaskan, ingin mengubah sistem operasi tangkap tangan. Kata Nawawi, harusnya KPK setelah melakukan OTT bikin sistem pencegahan di tempat dilakukan operasi tersebut.

"Saya tidak mengatakan OTT itu haram, tapi harus dirubah. Saya pernah baca uraian dari Prof Romli (Atmasasmita). Dia bilang usai nangkap, usai OTT KPK itu nangkap bangun sistem di situ. Bukan nangkap, terus dibiarin dua tahun lagi ditangkapi," jelasnya. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini