Desmond Gerindra: Jangan Sampai Kisah Bu Yul Kembali Terulang

Selasa, 21 April 2020 10:36 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Desmond Gerindra: Jangan Sampai Kisah Bu Yul Kembali Terulang Warga Serang Minum Air Galon. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota DPR Desmond J Mahesa mengaku kaget mendengar warga Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Kabupaten Serang, Ibu Yuli yang meninggal selang tiga hari usai diberitakan kelaparan. Desmond menegaskan, timnya telah menyisir warga miskin di Serang, Banten sejak dua hari lalu.

Desmond berterima kasih atas informasi tentang warga Banten yang butuh bantuan. Sebab, timnya memang sedang menyisir warga yang butuh bantuan di tengah pandemi Corona saat ini.

"Dari Minggu, Senin kita melakukan penyisiran terhadap orang-orang susah, dari lima kecamatan di Kota Serang saja, Aku sudah melakukan aksi menyisir, ternyata terdapat 1.400-an orang,” kata Desmond saat dihubungi merdeka.com, Selasa (21/4).

Desmond dan timnya telah membagikan Sembako sebanyak 1.500 paket untuk membantu kemiskinan di Dapilnya, Banten II yang meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang dan Cilegon.

"Jangan sampai (kasus Bu Yul) ini terulang lagi, tentu kita melakukan aksi secara kontinyu, sembako kita itu bisa bertahan kira-kira paling lama seminggu. Sekarang kita cari lagi beras, gula, kita kirim supermi ke orang-orang, agar ke depan tidak ada lagi kasus seperti ini," jelas Desmond.

Bu Yul meninggal usai diberitakan dua hari hanya minum air galon isi ulang karena kelaparan tak punya uang. Suaminya hanya tukang pulung barang bekas, anaknya baru saja di PHK. Namun untuk penyebab meninggal, masih diselidiki.

Desmond ogah komentari bantuan pemerintah pusat dan daerah. Sebab, hingga saat ini dia melihat, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah saja belum tersalurkan dengan baik.

"Saya tidak komentar kalau pemerintah, ini sampai hari ini pemerintah pusat turun enggak ke Pemda? Ini kan satu paket apakah BLT itu tepat atau tidak? Orang kelaparan begini,"tegas Desmond.

Kini, kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPR itu, pihaknya fokus mengantisipasi terjadinya kembali kasus Bu Yul khususnya di Banten II. Bahkan, para anggota DPR dari Gerindra sudah patungan untuk membantu rakyat miskin.

1 dari 2 halaman

Tak Mau Salahkan Siapapun

Desmond mengakui, penyaluran bantuan terkendala pembatasan aktivitas di tengah pandemi Corona. Belum lagi timnya yang khawatir tertular.

Sehingga, dia tak ingin kasus Bu Yul ini menjadi saling salah menyalahkan. Hanya saja, dia menegaskan, tugasnya sebagai anggota DPR memastikan agar tidak ada kasus Bu Yul berikutnya.

Ini kan karena orang mulai hati-hati, ini jaga jarak, menurut saya, problem kita sekarang, tidak perlu menyalahkan siapapun, hari ini sudah terjadi dan meninggal, kalau kita mau evaluasi kenapa tetangga tidak bantu, susah juga kita kan? Ini sebuah langkah bahwa berguna enggak kami di tengah masyarakat sampai terjadi seperti ini, tutup dia.

2 dari 2 halaman

Cerita Bu Yul

Kisah pilu dialami keluarga Yuli, warga Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Wanita yang akrab disapa Bu Yul ini meninggal dunia pada Senin (20/4) pukul 15.30 WIB.

Tiga hari sebelum Bu Yul mengembuskan napas terakhir, ia sempat bercerita mengenai kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan selama dua hari, Bu Yul dan keempat anaknya tidak bisa makan. Untuk menahan rasa laparnya, ia bersama keluarganya hanya minum air galon isi ulang.

"Dua hari ini kami cuma minum air galon isi ulang. Anak-anak bilang lapar juga, paling minum air saja," katanya saat ditemui, Jumat (17/4).

Dia mengaku sempat mengadu kepada Rukun Tetangga (RT) setempat untuk meminta bantuan sembako. Namun pihak aparatur pemerintah tersebut menyatakan belum menerima ada bantuan.

"Saya sudah datang ke RT. Katanya enggak bisa dapat bantuan," ungkapnya.

Untuk menyambung hidup, sang suami kerap mencari barang bekas, yang bisa membawa uang ke rumah kisaran Rp25 - Rp30 ribu.

"Lumayan saja, satu hari kadang dapat Rp25-30 ribu. Beli beras satu liter untuk kami berenam, itu pun diirit-irit," ujarnya.

Sebelum ada virus Corona, kehidupan Yuli terbantu oleh anak sulung yang telah bekerja. Namun, harapan itu musnah, lantaran anaknya sudah tidak bekerja karena dirumahkan pihak perusahaan. [rnd]

Baca juga:
Mensos Soal Ibu Yul 2 Hari Cuma Minum Air: Pemda Harus Jadi Garda Terdepan Warga!
Kisah Bu Yul Meninggal dan Kelaparan di Negeri yang Ramah dan Berjiwa Sosial
Warga Serang 2 Hari Cuma Minum Air Galon, DPR Tegaskan 'Ini Cambukan buat Pemda'
Warga Serang 2 Hari Cuma Minum Air Galon Bukti Ketimpangan Ekonomi di RI
Ibu Yul Kelaparan dan Meninggal, PDIP Minta Pemda Bergerak Cepat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini