Desak Baiq Nuril Dibebaskan, Gerindra Siap Beri Bantuan Hukum

Jumat, 16 November 2018 09:32 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Desak Baiq Nuril Dibebaskan, Gerindra Siap Beri Bantuan Hukum ilustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Gerindra menyayangkan vonis enam bulan penjara dan denda 500 juta dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) Baiq Nuril Maknun, mantan guru honorer di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Putusan MA yang menilai Baiq Nuril melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena menyebarkan informasi elektronik mengandung muatan asusila dipandang Gerindra menambah catatan kelam dalam penegakan hukum.

"Ibu Nuril yang menjadi korban pelecehan sesksual secara verbal, justru malah dinyatakan bersalah oleh lembaga pengadilan dalam hal ini Mahkamah Agung. Kami mendesak kepada Mahkamah Agung agar dapat menggunakan nurani dalam memutus kasus hukum," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/11).

Gerindra melihat vonis diberikan kepada Baiq Nuril tak tepat. Menurut Gerindra, wanita berusia 36 tahun itu malah selayaknya diberi penghargaan karena berani membongkar perbuatan asusila dilakukan atasannya.

"Kami Partai Gerindra siap memberikan bantuan hukum dan pendampingan khusus kepada Ibu Nuril dalam menghadapi kasus ini.

Selain menawarkan bantuan hukum, Gerindra juga menginstruksikan anggotanya di DPR untuk mengawal kasus ini. Yakni dengan memanggil para instansi terkait seperti Setjen Mahkamah Agung, Komnas HAM, Menteri Perlindungan Perempuan, serta instansi terkait lainnya untuk mengetahui duduk perkara kasus menimpa Baiq Nuril secara gamblang.

"Kami mendesak agar Ibu Nuril segera dibebaskan dari status hukum," kata Edhy.

Diketahui, Baiq Nuril Maknun (36), dinyatakan bersalah dalam putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA). Padahal sebelumnya Baiq Nuril sempat bebas dalam putusan di Pengadilan Negeri Mataram.

Baiq Nuril divonis melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) oleh Mahkamah Agung karena dianggap menyebarkan informasi elektronik yang mengandung muatan asusila.

Padahal Baiq Nuril adalah korban pelecehan dari kepala sekolah SMAN 7 Mataram. Baiq divonis enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini