Deretan Serangan Bom Bunuh Diri Menyasar Kantor Polisi

Kamis, 14 November 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Deretan Serangan Bom Bunuh Diri Menyasar Kantor Polisi bom medan. ©2019 instagram warung_jurnalis

Merdeka.com - Aksi bom bunuh diri kembali terjadi. Kali ini pelaku melakukan aksinya di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) sekitar pukul 08.35 WIB. Aksi bom bunuh diri menyasar kantor polisi sempat terjadi beberapa kali. Pelaku melakukan berbagai modus, mulai dari berpura-pura sebagai pengunjung hingga mencoba menerobos masuk dari penjagaan polisi.

Berikut aksi-aksi bom bunuh diri di kantor polisi dan sempat terekam kamera CCTV:

1 dari 4 halaman

Pos Pantau Polisi Kartasura

Pada Senin, 3 Juni 2019, sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di pos polisi Kartasura. Ledakan terjadi sekitar pukul 22.30-22.45 WIB. Pelaku diidentifikasi berinisial RA. Menurut Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolri, pelaku ledakan Pos Polisi Kartasura, Jawa Tengah mengaku belajar cara merakit bom dari internet.

Fakta tersebut kemudian juga diperkuat dengan ditemukannya bahan-bahan serta alat pembuat bom di rumah RA yang terletak di Kranggan Kulon, Wirogunan, Kabupaten Sukoharjo. Setelah merakit bom, pelaku kemudian menyurvei sendiri target operasinya. Selain itu, RA juga meledakkan sendiri bom buatannya.

"Dalam kasus ini kesimpulan sementara kami sudah mendekati 90 persen ya, bahwa dia adalah lone wolf," terang Tito.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, usai ledakan pelakunya dalam kondisi kritis.

Menurut Rycko, dari hasil penyelidikan, pihaknya menemukan beberapa bahan peledak di tubuh pelaku. "Bahan-bahan peledak itu menempel di bagian tangan, pinggang, dan kaki. Korban saat ini kritis," kata Rycko.

2 dari 4 halaman

Bom Bunuh Diri di Markas Polrestabes Surabaya

Aksi bom bunuh diri menyasar kantor polisi juga terjadi di Markas Polrestabes Surabaya, 14 Mei 2018. Bom kendaraan itu meledak sekitar Pukul 08.50 WIB.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, serangan itu jenis bom kendaraan. "Baru saja kejadian 08.50 WIB di Poltabes Surabaya. Terjadi penyerangan bom kendaraan," kata Frans.

Bom di Polrestabes Surabaya yang keempat kalinya di Jawa Timur. Minggu (13/5) terjadi tiga ledakan di gereja jalan Ngagel, Diponegoro dan Arjuno. Selanjutnya bom kembali terjadi di Sidoarjo tepatnya, di Rusunawa Wonocolo malam harinya.

Berdasarkan rekaman CCTV, saat itu sebuah mobil hendak memasuki gerbang penjagaan Mapolrestabes untuk dilakukan pemeriksaan oleh tiga petugas jaga dan provost.

Saat mobil tersebut diperiksa, dua motor mencoba menyalip mobil yang diperiksa. Saat dilakukan pemeriksaan itulah pengendara yang membonceng seorang perempuan itu meledakkan diri.

"Dipastikan (serang) kendaraan roda dua, membonceng seorang wanita," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.

3 dari 4 halaman

Mapolresta Solo

Sebuah ledakan keras yang diduga bom terjadi di pintu masuk Polresta Solo, (Selasa, 5 Juli 2016) pagi. Menurut sejumlah saksi ledakan terdengar sekitar pukul 7.30 WIB. Setelah diselidiki, pelaku bom bunuh diri bernama Nur Rohmah. Ia merupakan salah satu pelaku bom Thamrin yang berhasil melarikan diri.

"Dugaan kita pelakunya Nur Rohman, warga Sangkrah Solo. Namun kepastiannya masih menunggu hasil tes DNA dua hari lagi," kata kapolri Jenderal Badrodin Haiti, 2016 lalu.

Badrodin menambahkan saat bom Thamrin, Jakarta Pusat, Nur Rohman berhasil melarikan diri. Saat kabur dia membawa 3 bom aktif.

Menurut sejumlah saksi, sebelum bom bunuh diri meledak, pelaku mengaku mencari polisi ketika ditanya anggota provost. Informasi yang dihimpun, pelaku masuk Mako Polresta Surakarta menggunakan sepeda motor dengan mengucap kalimat syahadat. Saat itu pelaku langsung masuk ke parkiran belakang mobil Iden depan kantin. Pelaku kemudian berhenti sebentar lalu sempat tengok kanan kiri dan karena sepi langsung balik arah.

Saat itu pelaku dikejar anggota provost Bripka Bambang Adi Cahyanto. Pelaku lalu balik arah dengan sepeda motor tersebut dan mendekati Bripka Bambang. Saat baru akan ditanya mau ke mana, pelaku menjawab, aku mau cari Polisi sambil tangan kanan dimasukkan ke saku kanan. Tiba-tiba saja pelaku langsung meledak di lokasi.

Akibat ledakan bunuh diri itu, Bripka Bambang mengalami luka di mata sebelah kiri dan kanan luka akibat serpihan dan badan sebelah kanan mengalami luka bakar akibat serpihan. Kini korban dirawat di RS Panti Waluyo.

4 dari 4 halaman

Polrestabes Medan

Ledakan bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11). Ledakan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Pantauan di lokasi, kepulan asap membumbung tinggi di lapangan Mapolrestabes Medan. Sejumlah masyarakat yang sedang di dalam Mapolrestabes berhamburan keluar.

"Diperoleh informasi telah terjadi bom bunuh diri," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedy Prasetyo.

Saat itu, pelaku masuk dari pintu depan penjagaan berjalan kaki dan ditanya oleh petugas jaga yang bernama Bripda Kristian Simanjuntak.

Selanjutnya Bripda Kristian pelaku disuruh membuka jaket ojek online dan pelaku mengaku akan membuat SKCK dan selanjutnya pelaku berjalan menuju ke dalam halaman.

"Pelaku berjalan menuju kearah depan kantor Bag Ops sampai di depan mobil dinas Kabag Ops pelaku langsung meledakkan dirinya," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal kepada wartawan.

Akibat ledakan di Polrestabes Medan beberapa fasilitas rusak. Beberapa kendaraan polisi yang rusak antara lain Mobil Dinas KA Bag Ops mengalami rusak kaca pecah dan terkena serpihan. Kemudian mobil pribadi KA Bag Ops rusak dan 2 unit Truk Dinas mengalami kaca pecah dan terkena serpihan ledakan. [dan]

Baca juga:
Pasca-Teror Bom di Medan, Polresta Solo Pertimbangkan Batasi Masuknya Ojek Online
Densus 88 Antiteror Tangkap 3 Terduga Teroris di Banten
Bom di Medan, Ojek Online Tak Masalah Dilarang Masuk Kantor Polisi asal Lepas Atribut
Kapolri Instruksikan Kantor Polisi Steril dari Ojek Online

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini