Deretan keonaran Amokrane di Bali hingga buat polisi geram

Selasa, 3 Mei 2016 09:47 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Deretan keonaran Amokrane di Bali hingga buat polisi geram Amokrane Sabet. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Ketenangan Pulau Bali tengah terusik hadirnya Amokrase Sabet si pembuat onar. Memiliki badan besar berotot penuh tato, membuatnya terlihat seram. Warga negara Perancis itu, bahkan tidak takut melawan polisi.

Amokrane akhirnya tewas ditembak polisi bertubi-tubi, Senin (2/5) kemarin. Sebelum meninggal, bule berbadan kekar itu menusuk seorang anggota polisi hingga tewas. Kondisi ini diduga membuat para personel polisi lainnya makin geram melihat Amokrane.

Selama tinggal di Bali, Amokrane memang dikenal sebagai bule tukang onar. Banyak hal nekat dilakukannya. Selama ini keonarannya dilakukan di sekitar wilayah Seminyak dan Berawa, Kuta Utara, Bali. Pria berusia 49 tahun itu bahkan sudah masuk daftar hitam para agen perjalan wisata maupun hotel di Bali.

Salah satu aksi onar hingga bikin dirinya tenar, ketika merobek surat panggilan polisi. Pemanggilan Amokrane lantaran selama ini dia dianggap meresahkan warga sekitar Berawa. Bukannya memenuhi panggilan, bule asal Perancis itu malah meradang.

Amokrane dikenal mantan petarung Mixed Martial Arts (MMA). Tidak diketahui jelas sejak kapan dan apa pekerjaan bule itu selama tinggal di Bali. Namanya santer terdengar hanya sebagai pembuat onar.

Selain merobek surat panggilan kepolisian, keonaran Amokrane juga dilakukan hingga tempat makan. Informasi dihimpun, peristiwa itu sekira pertengahan tahun 2015. Amokrane kabur setelah kenyang makan. Saat datang kedua kalinya, manajer restoran langsung mengusirnya. Namun, Amokrane malah mengancam menyakiti manajer restoran tersebut.

Lebih kacau lagi, dia pernah meminjam istri orang untuk memuaskan hasratnya. Ulah itu dilakukan ketika bertemu dengan pasangan warga negara lain, Amokrane dengan santai memuji wanita dan mengajaknya berkencan. Sontak sang suami geram dan terjadilah keributan.

Aksi ugal-ugalan Amokrane akhirnya tidak ada lagi. Dia terpaksa didor polisi berkali-kali. Penusukan dilakukannya kepada seorang anggota polisi merupakan ulah onar terakhirnya di Bali. Kedamaian Pulau Dewata diharapkan cepat pulih.

Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto menegaskan langkah menembak mati Amokrane dilakukan Polsek Kuta Utara sesuai prosedur. Apalagi kejadian itu dianggap Amokrane membahayakan masyarakat.

"Dalam menangani sebuah tindakan yang dirasa itu sudah membahayakan warga, tentu dilakukan tindakan pengamanan. Saya rasa itu sudah sesuai dengan prosedur," kata Sugeng, kemarin.

Secara terpisah, tim kedokteran forensik RSUP Sanglah menemukan empat luka tusukan senjata tajam di beberapa tubuh anggota polisi yang ditikam Amokrane. Di antaranya, luka tusuk pada pipi kanan, dua tusukan pada bagian dada dan satu tusukan di paha.

"Selain empat luka tusukan, di beberapa tubuh korban juga ditemukan luka tangkisan," ungkap Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi.

Ditanya soal hasil autopsi dari Amokrane Sabet, Dudut enggan untuk berkomentar banyak. Pihaknya menyarankan untuk lakukan konfirmasi kepada polisi. "Untuk yang bule silakan langsung ke pihak polisi," terangnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Amokrane Bule Onar
  2. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini