Deretan Kapal dan Jet Tempur TNI Sergap Penyusup Masuk Wilayah RI

Jumat, 12 April 2019 05:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Deretan Kapal dan Jet Tempur TNI Sergap Penyusup Masuk Wilayah RI Pesawat F16 TNI AU. ©handout/dispenau

Merdeka.com - Jet tempur dan kapal milik TNI beberapa kali mengusir kapal-kapal asing yang masuk tanpa izin. Tidak hanya di udara, namun juga di laut.

Kapal-kapal asing ini langsung ketakutan saat mengetahui jet tempur TNI. Berikut ini beberapa peristiwa kapal dan pesawat tempur TNI usir pesawat dan kapal asing:

1 dari 4 halaman

Jet Tempur F16 Fighting Falcon

Oktober 2018 lalu, Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau mendeteksi adanya dua pesawat tempur asing masuk wilayah NKRI di Natuna, Kepulauan Riau. Pihak TNI AU mengerahkan dua jet tempur F16 Fighting Falcon untuk mengusir pesawat yang belum diketahui asalnya.

Melihat pesawat tempur TNI AU mulai mendekati, kedua pesawat asing tersebut langsung kabur. Ronny menduga kedua pesawat asing tersebut pergi setelah dua F16 TNI AU tertangkap radar asing itu.

Dua jet tempur ini juga pernah memaksa turun pesawat Ethiopian Airlines Boeing 777 F di Bandara Hang Nadim Batam pada Januari 2019 lalu. Pesawat tersebut dicegat oleh pesawat Tempur TNI AU karena memasuki wilayah Indonesia.

2 dari 4 halaman

Sukhoi SU-30 dan satu SU-27

Sukhoi Skadron 11 TNI AU yang siaga di Bandara Internasional Hang Nadim Batam kembali mengusir pesawat tidak dikenal dari wilayah udara Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (25/9).

"Satuan radar mendeteksi pesawat tidak dikenal di wilayah Natuna. Kami melakukan pengejaran," kata Letkol Pnb Vincentius Endy Hadi Putra.

Pengejaran dilakukan dengan satu Sukhoi SU-30 dan satu SU-27. Lebih jauh Vincentius memaparkan belum mengetahui secara pasti jenis pesawat tersebut karena posisi terakhir masih jauh dari titik pesawat terpantau radar. Pesawat tersebut sudah keluar dari udara Natuna.

3 dari 4 halaman

KRI BUNG TOMO-357

Pada Februari 2019 lalu, pasukan TNI AL menggunakan KRI TOM-357 untuk kapal asing. Kapal itu dari Vietnam, yaitu Empat kapal Vietnam itu adalah BV 525 TS, dengan muatan ikan 1 (satu) palka; BV 9487 TS, dengan muatan ikan 2 (dua) palka; BV 4923 TS, dengan muatan ikan 1 (satu) palka; BV 525 TS, dengan muatan kosong.

"Keempat kapal tersebut diduga mencuri ikan menggunakan alat tangkap trawl di Landas Kontinen Laut Natuna," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

Selain menangkap empat kapal pencuri, KRI TOM-357 juga berhasil mengusir dua kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) milik pemerintah Vietnam yang melakukan manuver yang membahayakan kepada petugas TNI AL.

Saat itu, kapal VFRS bernama Kiem Ngu 2142124 dan 214263 menerobos masuk ke wilayah ZEE Indonesia, dan melakukan manuver yang mengancam (hostile intent) dengan berupaya untuk menghalangi pengawalan empat kapal ikan pencuri.

4 dari 4 halaman

KRI Lemadang-632

KRI Lemadang-632 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I menangkap kapal ikan asal Malaysia di Perairan Selat Malaka, Februari 2019 lalu. Saat itu, KRI Lemadang-632 melaksanakan patroli sektor, mendapatkan kontak kapal yang mencurigakan tepatnya pada posisi 04 30 00 U - 099 25 27 T di sekitar perairan Selat Malaka.

Kemudian, KRI Lemadang-632 melakukan pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan (Jarkaplid). Selanjutnya pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, anak buah kapal dan dokumen kapal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui nama Kapal PKFB 1593, Tonage 67 GT, Kebangsaan Malaysia, Jenis Kapal Ikan Asing, Nahkoda MR. Montree Sama Ae, jumlah ABK 4 orang (termasuk Nahkoda) WNA Thailand dan Kamboja, Muatan Sotong 100 Kg.

Kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran karena melaksanakan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia tanpa dilengkapi dokumen SIUP.  [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini