Deretan fakta terkait tenggelamnya tank di sungai Purworejo

Rabu, 14 Maret 2018 04:17 Reporter : Indra Cahya
Deretan fakta terkait tenggelamnya tank di sungai Purworejo Tank milik Yonif 412/BES berada di tepi Sungai Bogowonto.. ©Liputan6.com/(dok. pribadi/Edhie Prayitno Ige

Merdeka.com - Dengan membawa anak-anak dari PAUD seusai outbond, sebuah tank dari kesatuan Batalyon Infanteri 412/Bharata Eka Sakti Purworejo tenggelam di sungai Bogowonto, Purworejo. Insiden ini terjadi pada Sabtu (10/3) lalu.

Kadispen TNI AD Kolonel Alfret Denny Tuejeh menjelaskan, insiden itu terjadi pukul 10.15 WIB. TNI AD sangat menyesalkan kejadian itu dan menyatakan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal.

Menurut dia, tank M113A1 mengangkut sekitar 20 anak-anak PAUD dan TK Sindurjan Kecamatan Purworejo yang sedang melaksanakan outbond. Tank tersebut terperosok masuk ke Sungai Bogowonto.

Usai tengggelam, pihaknya langsung melakukan evakuasi tank tersebut. Kendaraan baja itu ditarik kembali ke darat setelah tenggelam.

"Sore tadi tank sudah berhasil ditarik dari lokasi kejadian. Saat ini tim dari intel Divisi, Pom Divisi bekerja sama dengan Polres dan Satuan Pom setempat, sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tank tenggelam ini," jelas Alfret.

Dari kejadian itu, terungkap enam kisah pilu di balik tenggelamnya tank yang mengangkut siswa PAUD. Berikut deretan faktanya.

1. Tewaskan 2 Orang

Kejadian memilukan tersebut mengakibatkan dua korban meninggal. Mereka adalah Pratu Randy dan Ketua Yayasan TK Ananda, Iswandari.

"Pratu Randy meninggal dunia di RSUD. Dia mengalami kelelahan menyelamatkan anak-anak, supaya tidak terbawa arus, dan akhirnya dia sendiri juga terbawa arus. Ibu pengasuh TK, Nyonya Iswandari, juga meninggal di rumah sakit karena terbawa arus," kata Alfret.

Kedua jenazah korban tersebut telah dimakamkan di tempat yang berbeda.

2. Beri Santunan

Sebagai bentuk keprihatinan, TNI AD memastikan akan memberikan santunan kepada keluarga korban, baik Pratu Randy maupun Iswandari.

"Kami doakan semoga arwah kedua korban mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan YME. Kejadian ini memberikan pembelajaran penting bagi TNI AD dan kita berharap hal ini tidak terjadi lagi di masa mendatang," jelas Alfret.

3. Siswa PAUD alami patah tulang

Tiga anak-anak siswa TK dan PAUD bersama satu orang pengasuh siswa masih dirawat di Rumah Sakit Citro Wardoyo, Purworejo. Keempatnya menderita luka-luka akibat peristiwa tergulingnya tank milik Batalyon Mekanis Raider Kostrad di Sungai Bogowonto, Purworejo.

Korban luka mengalami memar dan patah tulang akibat benturan saat kecelakaan terjadi. Pihak keluarga siswa juga mendampingi selama masa perawatan.

4. Tank masih baru

Tank yang tenggelam di sungau Bogowonto tersebut merupakan kendaraan tempur lapis baja berjenis M113 jenis Armoured Personel Carrier. Kendaraan M113A1 ini masih gres, baru tahun ini memperkuat TNI AD.

M113 dibuat dengan berbagai varian serta merupakan salah satu Ranpur pengangkut pasukan paling laris di seluruh dunia. Tak kurang dari 80.000 unit diproduksi sejak tahun 1960 dan kini sudah digunakan di 50 negara.

Senjata utama pada kendaraan produksi BAE System ini umumnya menggunakan senjata mesin M2 Browing yang berkaliber 12,7mm. Tank jenis ini dapat juga dilengkapi dengan pelontar granat, kanon, hingga misil antitank.

Namun, kendaraan ini dapat menggunakan jenis-jenis senjata lain, seperti pelontar granat otomatis Mk-19, senjata mesin M60 dan Rheinmetall MG3 yang berkaliber 7.62mm, kanon bervariasi kaliber dari 20mm sampai 105mm, misil antitank terpadu M47 dragon.

Dia punya kemampuan amfibi dan manuver yang baik di medan tempur. Sudah digunakan mulai dari palagan di Vietnam, Timur Tengah, hingga berbagai konflik di daerah.

5. Siswa-siswi berada di atas tank

Seorang korban selamat, Ana Rahayu, yang juga merupakan orangtua Anindya Fauziah mengatakan, dia bersama anaknya duduk di atas tank sebelum insiden. Tiba-tiba tank terperosok dan terjungkal ke depan. Saat itu pula, para siswa masuk ke air.

"Begitu anak saya masuk air langsung saya angkat, kemudian saya gendong," kata Ana seperti dilansir dari Antara.

Ia menuturkan anaknya masih trauma akibat kecelakaan tank itu dan masih menjalani perawatan di RSUD Purworejo.

6. Insiden terjadi setelah outbond

Orangtua Khofifah Zaki Rajendra, Bekti, mengatakan tengah menemani anaknya naik tank selesai outbond sebelum kecelakaan.

"Outbond sebenarnya sudah selesai. Kemudian anak-anak dinaikkan tank. Tiba-tiba waktu melewati sungai, tank nyungsep," ujar Bekti.

Ia bersama anaknya naik tank nomor tiga yang membawa sekitar 14 siswa bersama pendamping.

Sumber:Liputan6.com [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini