Denny Indrayana Sebut Potensi Politik Uang Tetap Ada di Pilkada Langsung atau Tidak

Kamis, 21 November 2019 12:58 Reporter : Merdeka
Denny Indrayana Sebut Potensi Politik Uang Tetap Ada di Pilkada Langsung atau Tidak Denny Indrayana. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Jelang Pilkada 2020, wacana akan dilaksanakan Pilkada langsung atau tak langsung menuai pro dan kontra. Salah satu alasan selain biaya mahal, terkait politik uang.

Ahli hukum tata negara, Denny Indrayana memandang, baik Pilkada langsung maupun tak langsung, keduanya berpotensi adanya politik uang.

"Jadi itu yang harus kita tekankan. Baik Pilkada langsung, enggak langsung, itu potensi politik uang ada," katanya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (21/11).

Dia menuturkan, sekarang yang ditekankan bagaimana meminimalisir politik uang tersebut.

"ya kita serahkan ke pembuat undang-undang," jelas Denny.

Menurut dia, baik langsung maupun tak langsung, keduanya sama-sama konstitusional.

"Keduanya kan sebenarnya baik langsung dan enggak langsung itu konstitusional," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Tito Nilai Pilkada Langsung Banyak Mudaratnya

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mempertanyakan, apakah sistem pemilihan langsung tersebut masih relevan hingga sekarang.

"Kalau saya sendiri justru pertanyaan saya adalah, apakah sistem politik pemilu Pilkada ini masih relevan setelah 20 tahun," ujar Tito.

Tito menilai, sistem pemilihan secara langsung banyak mudaratnya. Dia mengakui ada manfaatnya terkait partisipasi politik, tetapi biaya politiknya terlalu tinggi hingga memicu kepala daerah terpilih melakukan tindak pidana korupsi.

"Kita lihat mudaratnya juga ada, politik biaya tinggi. Kepala daerah kalau enggak punya Rp 30 miliar, mau jadi Bupati mana berani dia. Udah mahar politik," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [fik]

Baca juga:
Wali Kota Solo Setuju Wacana Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD
Polemik Pilkada Asimetris Usulan Mendagri Tito Karnavian
Soal Polemik Sistem Pilkada, KPU Serahkan Keputusan ke DPR
Dukung Evaluasi Pilkada Langsung, Ridwan Kamil Usulkan Digital Voting Seperti India
Soal Evaluasi Pilkada Langsung, Wapres Ma'ruf Minta Dengarkan Pendapat Publik
DPR akan Kaji Usulan Mendagri Tito Karnavian Soal Pilkada Asimetris

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini