'Dengan Adanya Perbedaan Masyarakat Jangan Sampai Terkotak-kotak'

Kamis, 16 September 2021 16:51 Reporter : Didi Syafirdi
'Dengan Adanya Perbedaan Masyarakat Jangan Sampai Terkotak-kotak' parade bhineka tunggal ika. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman tinggi. Tidak hanya berbeda suku, tapi juga ras, budaya dan agama. Semua keberagaman tersebut harus dimaknai sebagai anugerah yang patut dijaga bukan dipersoalkan.

"Dengan adanya perbedaan beraneka ragam ini, masyarakat bangsa jangan sampai terkotak-kotak dalam pergaulan," ujar Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) Anwar Sanusi dalam keterangannya, Kamis (16/9).

Ia menjelaskan, dalam trilogi persaudaraan dikenal dengan nama ukhuwah wathaniyah yang bermakna persaudaraan sebangsa. Menurutnya, persaudaraan kebangsaan harus didahulukan, mengingat hal ini sejalan dengan cita-cita para pendahulu bangsa yang ingin mempersatukan bangsa Indonesia.

"Masyarakat Indonesia yang utamanya pada hari ini adalah para generasi muda harus diajarkan sedari dini tentang persatuan dan bagaimana membela kepentingan bangsa di atas segalanya," ungkap Anwar.

Menurutnya, generasi muda pemegang estafet kepemimpinan bangsa ke depan perlu didoktrinasi mengenai pentingnya nilai kebangsaan. Terutama pada usia produktif yang banyak berinteraksi dengan orang di sekitar sehingga akan memberikan pengaruh positif.

"Bahkan dalam keluarga saja bisa ada perpecahan akibat perbedaan, lalu dalam pesta politik seperti pemilu di mana sangat terasa bahwa masyarakat kita pecah dan terkotak-kotak. Karena itu sangat perlu kita menanamkan nilai persatuan dan kebangsaan kepada anak-anak kita," tuturnya.

Ia mengimbau kepada para tokoh baik itu tokoh agama maupun tokoh masyarakat agar dapat menjadi contoh teladan bagi umat di dalam pergaulan melalui kepemimpinannya.

"Para tokoh agama dan masyarakat ini hendaknya bisa memberikan contoh yang baik dan menunjukkan bahwa kita ini satu bangsa, yang harus bersatu untuk kepentingan yang lebih besar yaitu mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa di atas perbedaan yang ada," jelasnya.

Selain keterlibatan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, menurutnya, pemerintah juga harus mampu merajut kebersamaan secara adil kepada seluruh rakyatnya. Ini dimaksudkan agar jangan ada pihak merasa dianaktirikan dan luput dari perhatian yang nantinya berujung pada tindak radikal dan terorisme.

"Jika pemerintah bisa berbuat adil dan secara proporsional saya kira masyarakat akan cerdas dan tidak mudah untuk terprovokasi apalagi terjebak dalam radikalisme," tandasnya. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pancasila
  3. Toleransi
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini