Denda Tak Pakai Masker Belum Berlaku, Warga Palembang Disanksi Push Up dan Bernyanyi

Rabu, 16 September 2020 04:04 Reporter : Irwanto
Denda Tak Pakai Masker Belum Berlaku, Warga Palembang Disanksi Push Up dan Bernyanyi Warga Tak Pakai Masker Disanksi Push Up dan Bernyanyi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah warga Palembang diberikan sanksi sosial berupa push up dan bernyanyi karena kedapatan tak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Sanksi tersebut diberikan jelang dua hari pemberlakuan denda uang sebesar Rp200.000-500.000.

Pelanggar ditemukan mayoritas pengendara mobil dan motor saat dirazia tim Hunter Calri Satuan Sabhara Polrestabes Palembang di Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring, Palembang, Selasa (15/9). Razia sekaligus sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Palembang Nomot 27 Tahun 2020 tentang adaptasi kehidupan baru menuju masyarakat produktif dan aman di situasi pandemi Covid-19.

Kepala Sabhara Polrestabes Palembang AKBP Sony Trianto mengungkapkan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi menjelang pemberlakuan denda bagi pelanggar pada Kamis (17/9) mendatang. Sosialisasi sekaligus memberikan sanksi sosial bagi warga yang tak mengenakan masker.

"Hari ini beberapa waktu ditemukan melanggar, kami berikan sanksi push up dan bernyanyi. Itu sebagai efek jera bagi mereka," ungkap Sony.

Pelanggar tak akan ditoleransi lagi jika kedapatan tak mengenakan masker. Sanksi denda berupa uang Rp200.000-500.000 wajib diberikan kepada pemerintah.

"Kebanyakan pelanggar lupa membawa masker, mereka sudah tahu hukumnya wajib. Ini perlu disosialisasikan lagi," kata dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, penerapan sanksi tersebut menindaklanjuti perwali yang bakal berlaku mulai 17 September 2020. Sanksi bagi pelanggar mulai dari teguran, sanksi sosial, hingga denda.

"Kami upayakan kedepankan persuasif, pembinaan diutamakan. Tapi bagi yang membandel sanksi maksimal diberikan," tegasnya.

Menurut dia, hampir 90 persen masyarakatnya sudah menyadari pentingnya protokol kesehatan. Hanya di beberapa wilayah, semisal di pinggiran kota yang belum sepenuhnya menerapkan aturan itu.

"Kita akui di pemukiman dalam lorong belum begitu sadar. Ini yang perlu dimassifkan lagi untuk sosialisasi semua semua pihak," kata dia. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini