Demonstran di KPK tuding Ahok lebih berpihak pada pemodal

Jumat, 22 April 2016 12:32 Reporter : Mohammad Yudha Prasetya
Demonstran di KPK tuding Ahok lebih berpihak pada pemodal Demo nelayan di depan Gedung KPK. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Lima orang yang menamakan dirinya Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) menggelar unjuk rasa di halaman gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sambil berorasi, mereka membentangkan poster yang menuding bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), telah banyak berbohong kepada para nelayan dalam kasus reklamasi dan meminta pihak KPK segera menangkapnya.

Sunarto yang memimpin aksi mengatakan, aksi sukarela mereka ini dilakukan karena Pemprov DKI Jakarta sudah tidak lagi mendengarkan aspirasi warganya, dan lebih memilih berpihak pada pengusaha dan pemodal.

"Ibu Kota Negara Indonesia menghadapi berbagai masalah sosial, korupsi dan kepemimpinan yang sewenang-wenang terhadap rakyat. Karena itu kami kembali turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat yang sedang tertindas," teriak Sunarto yang memimpin aksi, dalam orasinya di depan Gedung KPK, Jumat (22/4).

"Pemodal menjadi raja dalam proyek pembangunan dan rakyat teraniaya akibat ambisi pembangunan," katanya menambahkan.

Sunarto mengatakan, penyediaan rusun oleh Pemprov DKI Jakarta tidak lantas membenarkan sikap Gubernurnya yang mengusir nelayan, dan mencerabut hak-hak mereka untuk mencari nafkah dengan cara melaut.

"Rusun dijadikan alasan solusi, sementara mereka mengebiri dan menyingkirkan rakyat kecil dari tempat tinggalnya yang sarat dengan nilai-nilai sosiologis, budaya dan tempat bekerja," ujarnya.

Usai berorasi, dengan memakai topeng yang menggambarkan wajah Ahok, seorang peserta aksi memeragakan aksi teatrikal di mana dirinya dijaring menggunakan jala nelayan, sebagai simbol perlawanan mereka terhadap sikap sang gubernur yang menurut mereka 'bar-bar' dengan menggusur keberadaan para nelayan.

Mereka berjanji, akan melakukan aksi serupa setiap hari Jumat di halaman gedung KPK, sampai Gubernur DKI Jakarta itu ditangkap oleh pihak KPK karena menyengsarakan nelayan dalam kasus reklamasi Pantai Utara Jakarta. [ren]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini