Demo Tolak Retribusi, Sopir Angkot di Makassar Paksa Penumpang Turun

Selasa, 26 Maret 2019 14:11 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Demo Tolak Retribusi, Sopir Angkot di Makassar Paksa Penumpang Turun Unjuk rasa sopir angkot tolak retribusi di depan kantor gubernur Sulsel. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Ratusan sopir angkot di Makassar memprotes dan minta dibebaskan dari retribusi yang dikelola PD Terminal Makassar Metro, Selasa, (26/3). Mereka turun aksi di jl Urip Sumoharjo depan kantor Gubernur Sulsel.

Aksi dimulai sekitar pukul 11.00 Wita dipimpin Daeng Lallo (50), Ketua Aliansi Community Angkot (ACO). Mereka bergantian orasi dan sebagian sopir angkot ini memaksa penumpang turun dari angkot yang masih beroperasi dan melintas di lokasi unjuk rasa ini. Karena diturunkan paksa, polisi kemudian berinisiatif mengantar penumpang-penumpang yang terlantar dengan menggunakan truk dalmas. Sebagian juga ada warga yang berinisiatif mengambil penumpang itu dengan mobil pribadinya.

Daeng Lallo saat ditemui mengatakan, tuntutan aksi mereka hari ini antara lain adalah bebaskan sopir dari retribusi angkot sebesar Rp 3.000 per hari, turunkan pajak kendaraan bermotor.

Koordinator aksi ini juga meminta keadilan dari pemerintah dengan menarik retribusi terhadap kendaraan-kendaraan online yang menurutnya ikut memicu kemacetan di Makassar karena jumlahnya yang kian meningkat dan menggeser peluang pendapatan sopir-sopir konvensional.

"Kendaraan-kendaraan online itu sama dengan kita, mencari penumpang. Apa bedanya kami dan mereka," kata Daeng Lallo.

Hingga pukul 13.20 Wita, unjuk rasa masih berlangsung. Akibatnya, arus lalu lintas melambat bahkan sempat macet. Mereka menolak diterima oleh Ansar, salah seorang pejabat Pemprop Sulsel, jabatan kepala bidang. Mereka menuntut Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang menemui mereka agar bisa segera ambil keputusan. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Demo
  2. Transportasi Umum
  3. Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini