Demo RUU Cipta Kerja di Medan Sempat Ricuh, Massa Merasa Diprovokasi Polisi

Selasa, 20 Oktober 2020 23:56 Reporter : Yan Muhardiansyah
Demo RUU Cipta Kerja di Medan Sempat Ricuh, Massa Merasa Diprovokasi Polisi demo tolak omnibus law di medan. ©2020 Merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Massa lintas aliansi kembali berunjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Tugu Pos Medan, Selasa (20/10). Aksi berlangsung damai, namun kericuhan kembali terjadi saat massa bergerak dari lokasi untuk bubarkan diri.

Unjuk rasa mengatasnamakan Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut dan Suara Rakyat Medan (Suram) ini berlangsung damai sejak siang. Massa yang terdiri dari mahasiswa, buruh dan para pegiat sosial ini melakukan orasi, pembacaan puisi hingga aksi teatrikal.

Menjelang pukul 18.00 WIB polisi mengingatkan agar pengunjuk rasa yang berjumlah sekitar 200 orang itu membubarkan diri. Massa akhirnya memilih bergerak pulang dengan cara melakukan longmarch. Personel kepolisian menggunakan motor trail mengikuti mereka.

Sempat diwarnai perdebatan, longmarch berlanjut. Kericuhan akhirnya terjadi Jalan Bukit Barisan. Massa mulai terintimidasi saat polisi menggeber sepeda motor trail yang mereka gunakan.

Bahkan di persimpangan Jalan Kesawan/Ahmad Yani, kendaraan itu merangsek ke arah kerumunan pengunjuk rasa yang sedang bergerak pulang.

Massa terpecah. Sebagian berlari ke kantor LBH Medan di Jalan Hindu, Medan. Yang lain mengarah ke kantor Wali Kota Medan.

Tembakan gas air mata dilepaskan. Sejumlah pengunjuk rasa yang tercecer dari barisan pun ditangkap. Aksi polisi yang dinilai mengintimidasi dan represif ini langsung diprotes pengunjuk rasa.

“Dari awal aksi berjalan tertib. Jadi menjelang pukul 18.00 WIB, kami cukup kooperatif dengan kepolisian dengan membubarkan diri. Ketika kita longmarch menuju kampus ITM, justru pihak kepolisian itu menabrakkan sepeda motor trail dan ketika itu juga disusul dengan tembakan gas air mata dari kepolisian,” ujar Martin Luis, Koordinator AKBAR Sumut di Kantor LBH Medan.

Baca Selanjutnya: Martin juga memprotes tindakan personel...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini