Demo Penolakan Pemekaran DOB Papua, Polisi Amankan Sajam Hingga Gelang Bintang Kejora

Selasa, 10 Mei 2022 17:27 Reporter : Ronald
Demo Penolakan Pemekaran DOB Papua, Polisi Amankan Sajam Hingga Gelang Bintang Kejora Barang Bukti Demo Penolakan Pemekaran DOB Papua. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Personel Polres Jayapura menggelar dua lokasi razia penyekatan massa guna mengantisipasi aksi demonstrasi. Dari razia itu, petugas keamanan berhasil menyita sejumlah barang bukti di Sentani Kabupaten Jayapura, Selasa (10/05).

Barang bukti yang disita 6 buah senjata tajam, 2 bambu runcing, 13 mata panah, kaos, tas, noken dan gelang bermotif bintang kejora serta 15 unit motor yang tidak dilengkapi surat-surat berkendaraan. Ternyata salah satunya motor hasil curian.

Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen mengatakan, razia yang dilaksanakan tersebut sebagai upaya mengantisipasi massa yang hendak mengikuti aksi demo di kota Jayapura. Aksi demo itu menolak otonomi khusus jilid 2 dan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) oleh kelompok yang mengatasnamakan diri Petisi Rakyat Papua (PRP).

"Ada 3 titik personel yang kami tempatkan untuk penyekatan arus massa yang hendak mengikuti demonstrasi, selain itu ada 2 titik lagi yang melaksanakan razia diantaranya di depan Puspenka Hawai Sentani dan di depan Mapolsek Sentani Timur, dari kedua titik razia tersebut kami berhasil mengamankan beberapa senjata tajam, atribut bintang kejora dan motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan," katanya dalam siaran pers yang diterima, Selasa (10/5).

Hingga saat ini, katanya, situasi di wilayah Sentani masih terpantau aman terkendali. Aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Jayapura berjalan seperti biasanya.

"Situasi di Sentani hingga saat ini masih aman-aman saja, tidak ada sesuatu atau hal-hal menonjol yang terjadi," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Sementara itu berdasarkan video yang dilihat merdeka.com di media sosial terlihat petugas keamanan memukul mundur massa aksi. Bahkan terdengar kata 'tembak'.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, aksi itu terjadi di Kota Jayapura. Ia pun membantah hal itu.

"Bukan dipukul, dipikul mundur alias di bubar kan. (Tembak) Water canon," katanya kepada merdeka.com.

Langkah petugas kata Kamal sudah sesuai prosedur. Sehingga petugas mengambil sikap agar massa membubarkan diri. "Ya sudah sesuai dengan tahapan 2 dalam penahanan unras," tegasnya. [fik]

Baca juga:
Aksi Demo Mahasiswa Papua di Surabaya Tolak Daerah Otonom Baru
Gas Air Mata Bubarkan Demonstran Tolak Daerah Otonom Baru di Jayapura
Jabar Usul Daerah Otonomi Baru: Cianjur Selatan, Tasikmalaya Selatan dan Garut Utara
Pemuda Adat Papua Minta Pemerintah Percepat Pemekaran Wilayah
Soal Pemekaran Wilayah, KSP Sebut Pemerintah Terus Bangun Dialog dengan Rakyat Papua

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini