Demo di Sejumlah Kota, Moeldoko Pastikan Jokowi Tak Abai Suara Publik

Rabu, 25 September 2019 14:50 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Demo di Sejumlah Kota, Moeldoko Pastikan Jokowi Tak Abai Suara Publik Jokowi Konpres Revisi UU KPK. ©2019 Liputan6.com/HO/Kurniawan

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu 13 tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan. Pertemuan dilakukan menyikapi situasi terakhir di mana terjadi sejumlah unjuk rasa di sejumlah kota di Indonesia. Selain itu mereka juga membahas sejumlah persoalan kebangsaan yang sedang terjadi.

"Pemerintah berupaya mendengar dan mencari masukan dari para tokoh yang hadir," kata Moeldoko, Kamis (25/9).

Sejumlah tokoh menyampaikan pendapatnya tentang munculnya perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat saat ini. Moeldoko memastikan bahwa pemerintah dalam hal ini presiden memberi perhatian pada aspirasi masyarakat.

"Presiden tidak pernah mengabaikan suara publik," kata Moeldoko.

Profesor Machfud MD dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa akan lebih bijak jika pemerintah dan mahasiswa menempuh jalur hukum daripada aksi jalanan. Alissa Wahid dalam kesempatan yang sama, menambahkan, mereka yang berunjukrasa sebagian adalah pendukung Jokowi.

"Presiden harus lebih peka terhadap kritik yang disampaikan," katanya.

Menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa, para tokoh sepakat agar pemerintah lebih persuasif dengan membuka ruang dialog. Unjuk rasa di lapangan terjadi akibat mampetnya ruang bagi mahasiswa menyampaikan pendapat secara langsung. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kampus menjadi tempat ideal untuk berdialog langsung dengan melibatkan pemerintah.

Para tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan yang hadir :

1. Prof Mahfud MD

2. Franz Magnis Suseno

3. Sarwono Kusumaatmadja

4. Helmy Faishal

5. Ahmad Suaedy

6. Alissa Wahid

7. A. Budi Kuncoro

8. Syafi Ali

9. Prof. KH Malik Madany

10. Romo Benny Susetyo

11. Rikad Bagun

12. Alhilal Hamdi

13. Siti Ruhaini. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini