Demo di Pontianak, Majelis Adat Pesan 'Tak Bijak Ekspresi Kecewa dengan Cara Merusak'

Rabu, 22 Mei 2019 10:56 Reporter : Wisnoe Moerti
Demo di Pontianak, Majelis Adat Pesan 'Tak Bijak Ekspresi Kecewa dengan Cara Merusak' ruas jalan di Pontianak ditutup massa. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ruas jalan setelah Jembatan Landak menuju Jembatan Kapuas I, Rabu (22/5) pagi sempat ditutup massa sehingga menyebabkan kemacetan. Dilansir Antara, Riko salah seorang masyarakat Kota Pontianak kaget melihat ruas jalan dari arah perempatan Jalan Tanjungpura menuju Jembatan Kapuas I tiba-tiba macet total.

"Beruntung saya punya kenalan di wilayah Jalan Panglima Aim, yang mengatakan ruas jalan dari Jembatan Kapuas I dan Jembatan Landak ditutup oleh massa tidak dikenal," ungkapnya.

Dari pantauan di lapangan, akibat aksi pemblokiran jalan oleh sekelompok massa tersebut telah menyebabkan kemacetan di kawasan Pontianak Utara dan Timur. Aparat keamanan tampak berjaga-jaga di kawasan perempatan Tanjungpura menuju Jembatan Kapuas I.

Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono mengajak masyarakat atau warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di provinsi itu pasca Pemilu 2019.

"Kami mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menjunjung tinggi kebhinekaan," katanya.

Dia menegaskan, Pemilu telah selesai dan KPU Pusat juga sudah mengumumkan hasilnya. Dia mengajak semua pihak menjaga persatuan dan kesatuan serta menjunjung tinggi kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa Indonesia.

"Saatnya kita semua kembali menjalankan aktivitas seperti biasa dan selalu menjaga silahturahmi yang sempat renggang karena beda pilihan dalam pemilu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat Chairil Effendy mengimbau seluruh masyarakat menerima hasil Pemilu 2019 dengan pikiran yang jernih dan lapang dada. "Hasil yang diperoleh dalam Pemilu Presiden adalah kehendak rakyat," kata Chairil Effendy saat dihubungi di Pontianak, Rabu.

Dia memahami ketika ada rasa kecewa dari pihak yang suaranya lebih sedikit. "Tapi tidak bijaksana manakala kekesalan dan kekecewaan itu diekspresikan dengan cara yang merusak," tegasnya.

Untuk itu, dia mengajak bersama-sama menjaga keselamatan negara Indonesia. "Sepatutnya kita berhati-hati agar tidak ada pihak-pihak yang membonceng menciptakan kekacauan, tidak senang dengan keutuhan NKRI," kata dia. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini