Dedi Mulyadi janjikan kios gratis untuk pedagang di Jabar

Sabtu, 10 Maret 2018 13:41 Reporter : Eko Prasetya
Dedi Mulyadi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Dedi Mulyadi menunjukkan komitmennya terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Dia mengatakan harus ada strukturisasi antara pasar desa, pasar kecamatan dan pasar kabupaten.

"Ini bukan soal pasar kagetnya. Tetapi setiap daerah harus memiliki pasar. Jadi, pasar itu harus terstruktur dengan baik. Nantinya, harus dibuat pasar desa, pasar kecamatan dan pasar kabupaten," kata Dedi saat mengunjungi salah satu pasar kaget di Kabupaten Bekasi. Tepatnya, di Desa Setiasih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Sabtu (10/3).

Masalah klasik yang kerap terjadi di pasar-pasar tradisional menurut Dedi Mulyadi adalah minimnya revitalisasi oleh pemerintah. Karena itu, pria yang berhasil melakukan penataan Pasar Ki Sunda Purwakarta itu menekankan sisi penting revitalisasi tersebut.

"Solusinya harus ada revitalisasi. Kios-kiosnya harus dibangun oleh pemerintah, polanya dengan cara kerja bersama antara pemprov dan pemda. Kemudian, para pedagang mendapatkan kiosnya dengan cara gratis," tegasnya.

Pembagian kios gratis untuk para pedagang ini bukan tanpa alasan. Para pedagang membayar sewa kios dari hasil usaha berdagang. Mereka membebankannya kepada konsumen melalui harga komoditas barang yang mereka jual.

Karena itu, Dedi Mulyadi berkeyakinan, program kios gratis tersebut dapat menekan harga komoditas sehingga menjadi murah saat dibeli oleh konsumen.

"Implikasi lanjutannya adalah harga barang yang diterima konsumen menjadi lebih murah karena kiosnya gratis, tidak ada biaya sewa," ujarnya.

Selain itu, Pasar desa menjadi perhatian tersendiri bagi cawagub yang berpasangan dengan cagub Deddy Mizwar tersebut. Keberadaan pasar desa menurut dia, dapat memperkuat aspek ekonomi masyarakat pedesaan.

Berbagai komoditas kebutuhan pokok diproduksi oleh masyarakat di pedesaan. Sehingga, jika jalur distribusinya diperpendek dengan memudahkan masyarakat cukup berbelanja di desanya, maka arus perputaran uang akan terfokus di desa.

"Suplai kebutuhan pokok akan terjamin dan mampu meningkatkan sisi ekonomi. Pasar tradisional itu lumbung ekonomi kerakyatan," ungkapnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini