Dedi Mulyadi Geram, Pelaku Perusakan Kebun Teh Harus Ditangkap!
Mereka memprotes maraknya penyerobotan dan perusakan kebun teh yang disebut mengancam mata pencahariannya.
Sejumlah pekerja pemetik teh di Perkebunan Malabar menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PTPN I Regional II, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Selasa (25/11). Mereka memprotes maraknya penyerobotan dan perusakan kebun teh yang disebut mengancam mata pencahariannya.
Aksi ini mencuat setelah sebuah video yang emosional dan viral di media sosial. Video tersebut diunggah akun Instagram @dedimulyadi71 dan memperlihatkan para ibu pekerja kebun teh menangis saat melihat hamparan tanaman teh ditebang menggunakan gergaji mesin.
Dalam rekaman itu, seorang ibu terdengar memprotes keras penebangan tersebut.
"Kumaha iyeu teh hayoh we diragajian, ari iyeu arek dahar ti mana atuh?(Gimana ini terus saja digergaji, kalau begini kami mau makan dari mana?)," ucap para petani.
Terekam menebang tanaman teh
Para pekerja yang terekam menebang tanaman teh berdalih hanya menjalankan instruksi atasan agar kebun terlihat rapi. Namun dugaan adanya penyimpangan justru memicu reaksi keras dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dugaan Perusakan Terencana
Kang Dedi menyebut penebangan tersebut bukan tindakan perawatan kebun semata, melainkan indikasi perusakan yang terencana. Ia mengaku menerima informasi mengenai pihak berkepentingan yang diduga menggerakkan orang untuk menebangi kebun teh demi membuka lahan untuk tanaman kentang.
"Saya mendapat informasi bahwa ada orang yang punya uang kemudian menggerakkan orang untuk melakukan penebangan kebun teh dengan tujuan menanam kentang, nanti dibeli kembali oleh dia," ujarnya.
Menurutnya, aktivitas tersebut jelas melanggar aturan karena alih fungsi lahan perkebunan teh telah dilarang pemerintah.
Desak Polisi Bertindak
Menanggapi peristiwa tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat. Ia meminta agar aparat segera menangkap pihak yang diduga menjadi dalang perusakan lingkungan tersebut.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk segera dilakukan penangkapan dan penahanan terhadap orang yang melakukan perusakan," tegasnya.
Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung agar menegakkan aturan yang melarang alih fungsi lahan perkebunan teh ke komoditas lain, termasuk kentang, yang dinilai dapat merusak ekosistem.
Respons Positif Warganet
Unggahan video tersebut memicu reaksi luas di media sosial. Banyak warganet memberikan dukungan atas langkah Kang Dedi dalam menyoroti persoalan tersebut.
"Alhamdulillah nuhun pak responna ❤️,” tulis akun @wisatapangalengan.
"Gaskeun pak, di sini banyak alih fungsi lahan 🔥🔥🔥," timpal akun @infotisoreang.
Sementara akun @nickyardian103 menulis, "Hatur nuhun pak 🔥 tangkap mafia berkedok haji.”
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie