Deddy Mizwar minta proyek Disneyland Bogor sesuai aturan tata ruang

Selasa, 15 September 2015 13:21 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Deddy Mizwar minta proyek Disneyland Bogor sesuai aturan tata ruang

Merdeka.com - Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, tak melarang rencana konglomerat Amerika Serikat, Donald Trump, dan bos Media Nusantara Citra, Hary Tanoesoedibjo, membangun wahana hiburan Disneyland di Bogor. Namun, dia meminta dua pengusaha itu tetap harus mengikuti aturan tata ruang dan prosedur berlaku di Indonesia.

"Ya boleh membangun apa saja, yang penting ada kajiannya, ada amdalnya, dan tidak mengganggu tata ruang. Apa saja boleh dibangun, asal jangan pemenggalan orang," kata Deddy Mizwar sembari terkekeh, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (15/9).

Disneyland Indonesia disebut-sebut akan menjadi wahana hiburan terbesar di Indonesia, bakal didirikan di atas lahan seluas dua ribu hektar lebih berada di dua lokasi, yakni Kabupaten Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat. Lokasi lahan paling luas berada di Kabupaten Sukabumi, yakni 1.800 hektare. Sedangkan yang masuk wilayah Kabupaten Bogor hanya 281 hektare.

Pemprov Jabar mengaku belum mendapatkan pengajuan izin pembangunan wahana rekreasi, resort, dan hotel di sana. "Saya belum dapat info tentang masalah izin, belum ada pengajuan prosesnya. Barangkali masih diproses," ujar Deddy.

Deddy mengatakan, akan mendukung siapa saja ingin membangun kawasan komersil, asal tidak merusak tata ruang termasuk lingkungan. Apalagi Disneyland Bogor juga akan terhubung dengan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi.

"Apa saja boleh dibangun di sini, di mana tempatnya, asal sesuai tata ruang, sesuai prosedur. KBU (Kawasan Bandung Utara) boleh juga? Kan enggak apa-apa, asal sesuai prosedur. Jadi enggak ada yang dilarang, kecuali kawasan yang tidak terlarang," ucap Deddy.

Deddy mengaku belum bisa melihat apakah di areal rencana proyek akan ditemukan pelanggaran atau tidak jika harus dibangun wahana mewah. "Nanti dilihat itu kawasan terlarang atau tidak, kajiannya nanti dikimrum. Karena itu tata ruang Sukabumi, Bogor termasuk, juga provinsi," tutup Deddy. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini