Daya Tampung RSUD Wongsonegoro Semarang Penuh, Pasien Covid-19 Antre di IGD

Senin, 14 Juni 2021 18:51 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Daya Tampung RSUD Wongsonegoro Semarang Penuh, Pasien Covid-19 Antre di IGD Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sidak RSUD K.R.M.T Wongsonegoro. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati mengungkapkan tingkat Bed Ocuppancy Rate (BOR) saat ini terisi penuh oleh pasien yang terinfeksi Covid-19 dari Demak dan Kudus. Bahkan banyak pasien yang terindikasi Covid-19 antre untuk mendapatkan layanan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Dari 308 tempat tidur yang kita sediakan, pasien Covid-19 yang dirawat di tempat kita sudah ada 328 orang. Jadi sudah penuh, bahkan masih ada 32 pasien lagi antre di Ruang IGD," kata Susi Herawati di Semarang, Senin (14/6).

Dia mengatakan, tingkat hunian di RSUD Wongsonegoro penuh karena kedapatan beberapa pasien datang sendiri untuk mendapatkan perawatan. Selain itu, pasien dari Kudus yang terpapar Covid-19 tidak dijemput oleh petugas medis.

"Mereka pada datang sendiri ke Wongsonegoro Semarang pakai mobil dan ada yang rombongan empat orang kemarin langsung masuk ruang isolasi. Karena beberapa hari terakhir tidak ada lagi penjemputan dari Kudus. Memang rumah sakitnya tidak merujuk tapi orangnya yang milih datang langsung ke Wongsonegoro. Walaupun di sisi lain di Kudus sudah disupport oleh provinsi baik tenaga kesehatan dan fasilitasnya," ujar dia.

328 pasien dirawat di RSUD Wongsonegoro Semarang berasal beberapa wilayah. Di antaranya pasien asal Demak, Grobogan, Kudus, dan Kota Semarang.

"Dari 328 pasien, ada 54 orang dari Demak, 39 orang dari Grobogan, 34 orang dari Kudus, dan 175 orang warga Kota Semarang," ujar dia.

Dengan adanya risiko penularan Covid-19, pihak RSUD Wongsonegoro saat ini telah mengubah semua ruangan rumah sakit menjadi tempat isolasi Covid-19. Seperti ruangan IGD sudah dipakai menjadi isolasi Covid-19.

"Jadi sebagai gantinya, pasien umum non Covid-19 alur kedatangannya dimasukan langsung ke bangsal-bangsal perawatan umum," ujar dia.

Terkait tenaga kesehatan, pihaknya terus memberikan dukungan moril agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat menjalankan tugas.

"Para nakesnya kita support jangan sampai terpapar. Karena kita sudah sadari bahwa Corona varian India ini sudah masuk Semarang karena banyak dari kudus yang dirawat di sini," ungkapnya.

Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak mengingat belakangan ini banyak pasien usia produktif yang terpapar Covid-19 dan harus diisolasi di RSUD Wongsonegoro.

"Kondisi saat ini menandakan bahwa masyarakat penerapan protokol kesehatan kendor. Sehingga banyak yang terpapar mayoritas usia produktif. Yang jadi perhatian semua warga harus pakai prokes sangat ketat, karena penularan virus varian India sangat agresif. Lengah sedikit, sekeluarga bisa ketularan semuanya. Di Wongsonegoro paling banyak dari pasien klaster keluarga," tandasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini