Datangi RSPAD, Iriana dan Istri Para Menteri Besuk Wiranto

Selasa, 15 Oktober 2019 14:38 Reporter : Merdeka
Datangi RSPAD, Iriana dan Istri Para Menteri Besuk Wiranto Iriana bagikan buku di Bogor. ©2019 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Ibu Negara Iriana Widodo mendatangi RSPAD Gatot Soebroto membesuk Menko Polhukam, Wiranto. Pantauan di lokasi, iring-iringan rombongan Iriana tiba pukul 13.45 WIB, menggunakan bus berwarna putih bersama beberapa istri para menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja).

Iriana tampak mengenakan atasan dan bawahan merah muda. Dengan penjaga ketat, Iriana turun dari bus diikuti istri para menteri lainnya.

Iriana dan rombongan masuk melalui pintu belakang RSPAD. Saat hendak masuk, ia menyapa awak media dengan lambaian tangan dan senyuman dari kejauhan.

Sampai berita ini ditulis, Iriana belum meninggalkan RSPAD dan masih berada di dalam.

Sebelum rombongan Iriana tiba, Menkes Nila juga datang membesuk Wiranto. Kemudian Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj.

Menyikapi peristiwa dialami Wiranto, Said Aqil menyebut Indonesia darurat terorisme. "Sudah darurat, harus ada payung hukum bagaimana bisa menindak dengan fakta-fakta tertentu yang sudah dicurigai bisa ditangkap sebelum berbuat. Jangan kaya maling ayam sudah mencuri baru ditangkap," kata Aqil usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (15/10).

NU, katanya, sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia selalu berkomitmen untuk kontra terhadap radikalisme. Dia juga berharap masyarakat berpendapat serup karena memberantas terorisme haru dilakukan bersama-sama.

"Kami sebagai civil society ya tugasnya hanya mensosialisasikan ajaran Islam yang benar. Gimana berbangsa, bernegara, beragama, berakhlak ya gitu aja. Meskipun tugas yang berat itu. Adapun tugas deradikalisasi ya BNPT," kata Aqil.

Dia juga berharap agar ulama menyampaikan ceramah-ceramah yang menyejukkan dan damai.

"Yang disampaikan (ceramah) harus sesuatu yang positif. Yang bisa mendorong kita untuk meningkatkan imam, bertakwa, berbudaya berkemanusiaan. Tapi kalau isinya caci-maki bukan ceramah, bukan ma'idoh tapi mah'lakah menjerumuskan," jelas Said Aqil.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini