Datang ke Sleman, Dirjen Kesbangpol tanya kasus intoleransi

Selasa, 10 Juni 2014 17:58 Reporter : Kresna
Datang ke Sleman, Dirjen Kesbangpol tanya kasus intoleransi pengadilan. shutterstock

Merdeka.com - Kasus kekerasan yang beruntun terjadi di Sleman beberapa waktu lalu mengundang dirjen kesbangpol, Tanri Bali Lamo, mendatangi pemerintah kabupaten Sleman untuk mempertanyakan penyelesaiannya, Selasa (10/6).

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang menemui Tanri dan rombongan menjelaskan bahwa permasalahan Pangukan merupakan konflik lama yang sudah diputuskan pengadilan.

"Kami sudah melakukan penanganan terhadap kasus di Pangukan. Sebetulnya itu sudah terjadi lama, bahkan sejak tahun 2013 sudah diputuskan perkaranya di pengadilan," kata Sri Purnomo di ruang rapat Sekda Sleman, Selasa (10/6).

Sementara untuk kasus penyerangan terhadap direktur galang press, Julius Felicianus, Sri Purnomo mengatakan kasus tersebut sudah diserahkan kepada Polda DIY untuk diselesaikan. Hingga saat ini pihak kepolisian sudah menahan satu orang tersangka dan menetapkan dua orang sebagai DPO.

"Kasus itu kami sepakati untuk diambil alih polda, sejauh ini sudah ada pelaku yang ditangkap," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Tanri mengatakan kasus tersebut jangan dibiarkan berlarut-larut. Pasalnya dari beberapa kasus yang terjadi di tempat lain, jika segera dituntaskan justru makin panjang urusannya.

"Kita ambil contoh kasus GKI Yasmin, itu berapa puluh tahun baru mendekati klimaks dan hampir selesai," kata Tanri.

Tanri berharap kasus Pangukan segera diselesaikan supaya tidak digunakan untuk isu-isu politik. Menurutnya pada musim politik seperti sekarang ini, kasus intoleransi mudah dipolitisir dan diprovokasi.

"Jangan sampai lama, segera diselesaikan, supaya tidak ada kesempatan untuk dipolitisir. Apa yang dilakukan oleh bupati sudah sesuai prosedur, segera diselesaikan," pungkasnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penganiayaan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini