Data kotak hitam akan dicocokkan dengan ATC

Rabu, 30 Mei 2012 16:26 Reporter : Eko Prasetya
sukhoi. merdeka.com/REUTERS

Merdeka.com - Penyelidikan terhadap kotak hitam (black box) Sukhoi Superjet 100, yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, masih terus dilakukan. Nantinya data kotak hitam akan dicocokkan dengan data percakapan pilot dengan Air Traffic Control (ATC).

"Nanti juga akan dikaitkan dengan voice recorder," kata Direktur Navigasi Kementerian Perhubungan, Ichwanul Idrus, dalam diskusi di Cava Cafe, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/5).

Hingga kini, kata dia, penyebab kecelakaan pesawat Rusia itu belum bisa dipastikan, apakah karena human error, miskomunikasi antara pilot dan ATC, atau penyebab yang lain.

"Terkait Sukhoi sampai saat ini kita belum mengarah ke satu sistem, teknologi, human error, sistem prosedur atau cuaca, mana penyebab pastinya belum berani ada yang menyimpulkan," ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Perhubungan sekaligus pilot senior, Kapten Moses Morin, mengatakan lokasi jatuhnya Sukhoi berada jauh di luar rute penerbangan.

"Nah yang jadi masalah kenapa bisa menuju ke Selatan dan nabrak gunung padahal izin menurunkan ketinggian di wilayah aman," ujar Moses.

Moses menambahkan, di rute yang seharusnya dilalui itu aman dan jauh dari Gunung Salak. Selain itu, di tempat izin turun 6000 feet memang tempat biasa latihan terbang.

"Sesuai pengamatan dan pengalaman, pada saat di lokasi itu memang kosongĀ  (tidak ada gunung) dan memang seharusnya di ketinggian 7000 feet tetapi boleh saja ATC memberikan izin menurunkan ketinggian dari 10.000 feet ke 6000 feet," ucapnya.

[ren]

Topik berita Terkait:
  1. Sukhoi Hilang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.