Dapat Masukan dari FX Rudy, Gibran Janji Perjuangkan Kepemilikan Taman Sriwedari

Jumat, 11 Juni 2021 12:30 Reporter : Arie Sunaryo
Dapat Masukan dari FX Rudy, Gibran Janji Perjuangkan Kepemilikan Taman Sriwedari Gibran saat bergotong royong di Taman Sriwedari, Jumat (11/6). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan jajarannya mengikuti kegiatan bersepeda (Mider Projo) ke sejumlah tempat, Jumat (11/6). Berbeda dengan sebelumnya, kegiatan hari ini juga diikuti mantan Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo.

Wakil Wali Kota Teguh Prakosa juga tak ketinggalan dalam Mider Projo itu. Begitu pula dengan Sekda Ahyani bersama para kepala OPD dan jajaran Forkopimda.

Rombongan mampir ke Taman Sriwedari yang masih menjadi sengketa dengan ahli waris Wirjodiningrat. Di tempat bersejarah itu, mereka bekerja bakti membersihkan kawasan Kolam Segaran Taman Sriwedari.

Gibran mengatakan, kegiatan kerja bakti dilakukan sebagai rangkaian kegiatan Mider Projo.

"Ini kita kerja bakti untuk membersihkan Kolam Segaran supaya bisa digunakan masyarakat untuk berkegiatan. Yang sebelumnya tampak kumuh nantinya kelihatan rapi, bersih, dan nyaman," ujarnya.

Terkait lahan Sriwedari yang masih menjadi sengketa, Gibran menegaskan, pihaknya akan terus bekerja keras untuk memperjuangkannya demi kepentingan masyarakat Solo.

"Pokoknya kita terus memperjuangkan Sriwedari untuk warga Solo. Kita dapat masukan banyak banget dari Pak Rudy. Itu tambahan nanti untuk kita berjuang. Pokoknya Sriwedari kita kawal. Kita perjuangkan untuk warga Solo," tandasnya.

Seperti diketahui, lahan Sriwedari masih menjadi sengketa antara ahli waris RMT Wiryodiningrat dengan Pemerintah Kota Solo. Tanah itu diakui milik trah Wirjodiningrat, yang merupakan orang kepercayaan raja.

Sebanyak 11 trah Wirjodiningrat mendaftarkan gugatan perdata pada 24 September 1970 ke Pengadilan Negeri (PN) Solo. Setelah berproses, Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk menolak pengajuan kembali (PK) yang diajukan Pemkot Solo.

PN Solo memutuskan lahan Sriwedari seluas 9,9 hektare adalah milik ahli waris Wirjodiningrat. Namun Pemerintah Kota Solo tetap melakukan upaya hukum sampai bisa memperoleh hak atas tanah Taman Sriwedari.

"Kita tetap melakukan banding, tetap ada kemungkinan. Ini demi mempertahankan Sriwedari untuk kepentingan publik, masyarakat Kota Solo," tandas Gibran.

Pemkot Solo terus berupaya untuk mempertahankan aset Sriwedari meskipun peninjauan kembali (PK) sudah memenangkan ahli waris.

Selain itu, ada dua lahan yang diprioritaskan Pemkot Solo agar bisa diselamatkan dari eksekusi, yakni HP 26 dan HP 46.

HP 26 merupakan lahan bekas Rumah Sakit Jiwa Mangunjayan. Sebelumnya, lahan ini merupakan lahan HP 8 milik Kementerian Kesehatan yang sudah ditukar guling. Sedangkan HP 46 sebelumnya merupakan lahan HGB 73 atas nama Bank Pasar. Meski saat ini Bank Pasar sudah tidak ada, tetapi HGB itu masih tetap atas nama perusda. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini