KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Dapat info makam Hitler di dekat pusara Bung Tomo, Risma bingung

Rabu, 1 April 2015 15:40 Reporter : Moch. Andriansyah
Hitler. ©AFP

Merdeka.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku bingung menerima informasi kalau pendiri Partai NAZI, Adolf Hitler dimakamkan di Surabaya, Jawa Timur. Tepatnya, di Kompleks Pemakaman Umum (TPU) Nagel.

Makam tokoh diktator asal Jerman di masa Perang Dunia II itu disebut-sebut berada di sebelah barat pusara Soetomo, atau Bung Tomo, tokoh Perang 10 November 1945 di Surabaya.

Kata Risma, di pusara, yang diduga tempat persemayaman Hitler itu, tertulis nama dokter Pooh asal Jerman, yang setelah ditelusuri adalah dokter yang pernah bertugas di RSUD dr Sutomo Surabaya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini mengaku, menerima informasi keberadaan yang disinyalir milik Hitler itu, dari seseorang yang dipanggilnya dengan Cak Nun.

"Ada yang ngasih tahu saya, tepatnya orang itu adalah Cak Nun. Cak Nun itu yang ngasih tahu apa ada dokter asal Jerman yang meninggal dan dimakamkan di Ngagel?," kata Risma di sela menghadiri acara HUT ke 9 salah satu media online di Surabaya, Rabu (1/4).

Ya kalau betul itu memang makamnya Hitler, lanjut Risma, ya berarti dia hanya mengganti namanya saja (dr Pooh). "Setalah dapat informasi itu, kita langsung cari tahu dengan mendatangi langsung lokasi dan mencari makamnya. Ternyata memang ada. Dia itu dokter di rumah sakit dokter Sutomo. Di situ ditulis dengan nama dr Pooh," sambungnya.

Terkait kebenaran makam Hitler di Ngagel itu, Risma tidak berani memastikannya. "Kalau soal data atau catatan kematian makam itu, kita sudah ada, tapi belum kita teliti, apa benar itu makam Hitler atau memang makam dokter Pooh asal Jerman," tandasnya.

Kematian tokoh bergelar Fuhrer und Reichskanzler itu, memang sampai saat ini masih misteri. Ada yang menyebut Hitler tewas bunuh diri dalam bangker di Berlin, Jerman pada 30 April 1945, ada juga yang mengatakan dia meninggal di Argentina, ada pula yang menyebut Brasil, dan di Amerika Selatan.

Hitler sendiri, pada masa Perang Dunia II dikenal sebagai politisi Jerman dan Ketua Partai NAZI atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP dalam Bahasa Jerman), Partai Pekerja Jerman Sosialis Nasional.

Politisi kelahiran Austria ini, pernah menjabat Kanselir Jerman pada 1933 sampai 1945 dan menjadi diktator Jerman dengan bergelar Fuhrer und Reichskanzler sejak Tahun 1934 sampai 1945. Hitler menjadi tokoh utama NAZI, Perang Dunia II di Eropa, dan Holocaust.

Hitler adalah veteran Perang Dunia I dengan banyak gelar. Ia bergabung dengan Partai Pekerja Jerman (pendahulu NSDAP) pada tahun 1919, dan menjadi ketua NSDAP tahun 1921. Tahun 1923, ia melancarkan kudeta di Munich yang dikenal dengan peristiwa Beer Hall Putsch. Kudeta yang gagal tersebut berujung dengan ditahannya Hitler.

Di penjara, Hitler menulis memoarnya, Mein Kampf (perjuanganku). Setelah bebas Tahun 1924, Hitler mendapat dukungan rakyat dengan mengecam Perjanjian Versailles dan menjunjung Pan-Jermanisme, antisemitisme, dan anti-komunisme melalui pidatonya yang karismatik dan propaganda Nazi.

Setelah ditunjuk sebagai kanselir pada tahun 1933, ia mengubah Republik Weimar menjadi Reich Ketiga, sebuah kediktatoran satu partai yang didasarkan pada ideologi Nazisme yang totalitarian dan otokratik. [hhw]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.