Danau Sentani Disarankan Segera Dikeruk Cegah Pendangkalan

Sabtu, 23 Maret 2019 08:18 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Danau Sentani Disarankan Segera Dikeruk Cegah Pendangkalan Danau Sentani. ©Shutterstock/Setiono Joko Purwanto

Merdeka.com - Sekretaris Daerah Provinsi Papua Dosinaen menyarankan pengerukan Danau Sentani dari pendangkalan di sejumlah titik untuk mengurangi ketinggian air yang dikabarkan terus naik akibat hujan deras beberapa hari terakhir.

"Untuk Danau Sentani, ini bisa dikeruk di sejumlah titik atau muara sungai agar airnya bisa menurun," kata Dosinaen di Jayapura, Sabtu (23/3).

Dia menjelaskan pengerukan itu membutuhkan perhatian khusus dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk soal lingkungan sekitar. "Jadi ini harus dibijaki, dipertimbangkan dengan baik," kata Dosinaen.

Bupati Jayapura Mathius Awaitaouw mengatakan saran terkait dengan pengerukan danau itu masih perlu dilakukan studi lebih lanjut, termasuk menyangkut amdalnya. Dia juga mengemukakan pentingnya memberikan perhatian kepada masyarakat di sekitar danau itu.

"Yang terpenting adalah bagaimana memperhatikan masyarakat di pesisir Danau Sentani bisa diperhatikan mulai dari penampungan dan lainnya," kata dia.

Danau Sentani yang terletak di Kabupaten Jayapura merupakan danau terbesar di daerah itu, yang bisa dilihat dari udara ketika pesawat hendak lepas landas dan mendarat di Bandara Udara Sentani.

Pada waktu banjir bandang akhir pekan lalu, air dari sungai-sungai di Sentani yang bersumber dari Cagar Alam Cycloop bermuara di Danau Sentani. Hal itu juga yang diduga salah satu penyebab naiknya ketinggian air Danau Sentani hingga mencapai dua meter, selain intensitas hujan yang tinggi.

Sebanyak 20-an kampung di pesisir Danau Sentani terkena dampak air danau yang meluap hingga menyebabkan ratusan orang mengungsi. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini