Dana Rp1,4 Triliun dari Bank Dunia untuk Sampah Citarum Berupa Utang

Rabu, 12 Juni 2019 15:09 Reporter : Aksara Bebey
Dana Rp1,4 Triliun dari Bank Dunia untuk Sampah Citarum Berupa Utang Perahu eretan di Sungai Citarum. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Bantuan dana sebesar Rp1,4 triliun dari Bank Dunia kepada Pemprov Jabar adalah utang. Skema pinjaman yang ditawarkan adalah Government to Government (G to G).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut pinjaman itu khusus untuk mengatasi permasalahan sampah di Sungai Citarum. Dananya akan dicairkan setelah dirinya melakukan presentasi untuk alokasi dana yang akan digunakan.

"(Skemanya) Loan (pinjaman) G to G. Jadi dibayar nanti oleh pemerintah. (Saya) Presentasi Senin, kalau lolos Insya Allah uangnya turun," katanya ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (12/6/2019).

Uang pinjaman itu dia sebut tidak diprioritaskan untuk membeli alat canggih. Sebagian besar akan digunakan mengedukasi masyarakat supaya mengelola sampah hingga habis di rumah dengan teknologi sederhana.

"Teknologinya receh, tapi banyak. Jadi bukan selalu berujung dengan sarana dan prasarana yang canggih," jelasnya.

"(Penggunaan) anggaran itu harapannya dua, satu masalah sampah selesai, dua peradaban dan edukasi masyarakat tentang persampahan meningkat. Kan kalau kita lari ke teknologi saja, masyarakat polanya sama, kami enggak mau gitu," lanjutnya.

Ia berharap, dengan teknologi rumahan yang dibiayai anggaran dari bank dunia itu bisa mengubah pola pikir dan gaya hidup masyarakat di sekitar sungai Citarum, umumnya di seluruh Jawa Barat.

"Kami ingin mengubah gaya hidup yang selama ini dianggap oke sebenarnya ga oke, kan begitu. Nah di anggaran itu kita ingin ada teknologi-teknologi kecil edukasi di rumah-rumah," pungkasnya.

Selain edukasi dan teknologi 'receh', Emil pun menyiapkan infrastruktur wilayah, lokasi pemilihan sampah, serta menyiapkan teknologi terkait sampah, termasuk fasilitas daur ulang sampah menjadi bahan bakar.

"Baik untuk menambahi truk sampah, membenahi manajemen sampah, mengatur zona-zona daur ulang sampah, dan lain-lain," katanya.

Terkait fasilitas daur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar, pria yang akrab disapa Emil ini mengaku pihaknya tengah mencari lokasi strategis. Sedangkan untuk model teknologinya, masih dalam tahap pembahasan. Dia pun memastikan Pemprov Jawa Barat sangat terbuka dengan berbagai teknologi. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini