Dampak Pandemi Covid-19, Kasus Perceraian di Palembang Naik 10 Persen

Kamis, 16 September 2021 01:02 Reporter : Irwanto
Dampak Pandemi Covid-19, Kasus Perceraian di Palembang Naik 10 Persen Ilustrasi perceraian. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Mincemeat

Merdeka.com - Kasus perceraian di Palembang 2021 naik 10 persen dari tahun lalu. Berkurangnya pendapatan akibat pandemi Covid-19 menjadi pemicu utamanya.

Ketua Pengadilan Agama Kelas IA Palembang Mahmud Dongoran mengungkapkan, sejak Januari sampai pertengahan September 2021 terdapat 2.250 kasus perceraian. Dalam satu bulan rata-rata menerima 300 pengajuan gugatan perceraian.

"Dibanding 2021, angka perceraian tahun ini naik. Hingga September 2021 saja ada selisih 10 persen peningkatannya," ungkap Mahmud, Rabu (15/9).

Disebutkan, pengajuan perceraian didominasi dari kalangan istri atau disebut gugatan perceraian. Mereka mayoritas berusia 30 sampai 40 tahun.

"Kebanyakan usia di bawah 40 tahun, bisa 30 tahunan," ujarnya.

Dari pengakuan penggugat, masalah ekonomi dampak pandemi Covid-19 menjadi penyebab utamanya. Pendapatan keluarga berkurang akibat suami tak lagi bekerja sehingga membuat istri tak sanggup lagi tinggal serumah.

"Faktor ekonomi selama pandemi sangat menjadi faktor peningkatan perceraian di Palembang," pungkasnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini