Dampak Kerusakan Lingkungan Bekas Tambang Ilegal di Pasuruan

Sabtu, 19 September 2020 23:01 Reporter : Erwin Yohanes
Dampak Kerusakan Lingkungan Bekas Tambang Ilegal di Pasuruan Kerusakan Lingkungan Bekas Tambang Ilegal di Pasuruan. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Kerusakan lingkungan akibat penambangan ilegal di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan , meresahkan warga. Penyebabnya, sejak ditinggalkan oleh penambang ilegal, kondisi geografis area penambangan tidak dibenahi dan cenderung membahayakan warga sekitar.

Dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas penambangan ilegal yang telah berhenti beroperasi ini, salah satunya adalah menyisakan galian tanah sedalam 100 meter. Mirisnya, tidak ada batas pengamanan di sekitar area tambang ilegal itu.

Kerusakan lingkungan itu diketahui saat tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan turun ke lokasi tambang ilegal itu pada Kamis (17/9) lalu.

Hal ini diakui oleh Kepala Desa Bulusari, Siti Nurhayati. Ia pun menyebut, sejumlah tim dari DLH Pasuruan dan Kementerian sempat turun ke lapangan meninjau langsung kondisi geografis bekas tambang ilegal tersebut.

"Dari DLH melihat lokasi galian C yang di atas. Yang turun dari DLH Pasuruan dan Kementerian. Tim melihat terkait kerusakan alam yang menyangkut ekosistem di situ," katanya, Sabtu (19/9).

Ia menambahkan, saat peninjauan lokasi itu ada sekitar 50 orang yang turun ke lokasi tambang ilegal yang terdiri atas dari bagian lingkungan hidup dan mendapatkan pengawalan dari TNI dan Kepolisian.

Sedangkan terkait kondisi di lokasi tambang ilegal itu. Saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas penambangan.

"Alat berat sudah diangkut semuanya. Sudah tidak ada.Sudah tidak ada aktivitas lagi. Sudah kosong semuanya," tambahnya.

Baca Selanjutnya: Siti mengatakan bahwa di lokasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini