Dampak Corona di Bogor, 1.467 Pekerja Dirumahkan dan 82 Orang Di-PHK

Rabu, 8 April 2020 17:38 Reporter : Rasyid Ali
Dampak Corona di Bogor, 1.467 Pekerja Dirumahkan dan 82 Orang Di-PHK Ilustrasi PHK karena Corona. ©2020 Merdeka.com/kaltengtoday.com

Merdeka.com - Pandemi virus corona berdampak pada operasional pabrik dan industri jasa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sedikitnya, 1.467 orang telah dirumahkan terhitung hingga 6 April 2020.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bogor melansir, dari 70 perusahaan yang beroperasi di Bumi Tegar Beriman, 21 perusahaan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Namun dari 21 perusahaan itu, jumlah pegawai yang di-PHK 82 orang. Kepala Disnakertrans Kabupaten Bogor, Rahmat Surjana berharap, ke depannya tidak ada PHK massal.

"Mudah-mudah tidak sampai ada PHK massal dan Pandemi Covid-19 segera berakhir. Tapi ini masih data sementara dan akan kita perbaharui lagi nanti," kata Rahmat saat dihubungi, Rabu (8/4).

Dia mengungkapkan, PHK paling besar terjadi pada salah satu pabrik alat elektronik yang berada di wilayah Kecamatan Ciawi. Jumlah pegawai yang di PHK mencapai 35 orang.

Kemudian disusul salah satu industri jasa hotel di Kecamatan Babakanmadang, yang telah mem-PHK 23 orang dan merumahkan 82 karyawan. Sementara 29 perusahaan lain, mem-PHK karyawan hanya satu atau dua orang.

Rahmat menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengimbau perusahaan-perusahaan yang telah melakukan PHK, agar kembali merekrut pegawainya itu jika kondisi perekonomian mulai membaik dan Pandemi Covid-19 berlalu.

"Biasanya kesepakatannya seperti itu. Kalau situasi sudah normal dan perusahaan akan merekrut pegawai lagi, disarankan agar mengambil pegawai yang sudah di-PHK. Agar tidak muncul pengangguran baru," katanya.

Kata dia, rekapitulasi perusahaan yang melakukan PHK dan merumahkan pegawai, masih terus dilakukan Disnakertrans Kabupaten Bogor, setelah itu semua selesai, akan disiapkan program-program untuk pegawai yang di-PHK.

"Setelah datanya komplet, pasti ada program untuk mereka. Programnya seperti apa, sedang dibahas, baik oleh kementerian, provinsi maupun Pemkab Bogor," katanya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini