Dalami Unsur Kelalaian Manusia soal Listrik Padam, Polisi Periksa 4 Saksi

Selasa, 6 Agustus 2019 13:00 Reporter : Nur Habibie
Dalami Unsur Kelalaian Manusia soal Listrik Padam, Polisi Periksa 4 Saksi Brigjen Dedi Prasetyo. ©2018 Liputan6.com/Nafiysul Qodar

Merdeka.com - Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang terkait padamnya listrik di Jakarta dan beberapa wilayah lainnya di Jawa. Masyarakat Jakarta dan beberapa wilayah lainnya di Jawa, merasakan padamnya listrik pada Minggu (4/8).

"Sudah ada sementara empat orang saksi atau petugas," kata Dedi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/8).

Empat orang saksi yang telah diperiksa oleh pihaknya itu untuk mengetahui penyebab pasti padamnya listrik yang sampai beberapa hari lalu.

"Ini belum diminta keterangan secara projustisia ya baru interview dan wawancara, untuk mengetahui penyebab utama terjadinya black out salah satu faktor penyebabnya yang ditemukan," ujarnya.

"Jadi sementara yang sudah turun ke tkp adalah jajaran Polda Jawa Tengah, jajaran Polda Jawa Tengah ketika terjadi black out hari minggu kemarin langsung mendatangi PLN UPT Ungaran, di sana langsung berkomunikasi dengan beberapa petugas untuk mengetahui apa faktor penyebab terjadinya black out PLN," sambungnya.

Ia pun memastikan, padamnya listrik diduga karena adanya faktor alam dan bukan karena adanya sabotase seperti pada tahun 2012 silam. Hal itu diketahui hasil pemeriksaan sementara petugas di lapangan.

"Dari hasil keterangan yang diberikan petugas UPT Ungaran tim langsung turun ke tkp, tkpnya berada di tower transmisi 434 dan 435, sudah dipolice line oleh petugas, di Desa Malon, Kecamatan Gunung Jati," jelasnya.

"Itu didapati memang ada beberapa pohon yang ditebang yang langsung berada di bawah jaringan tegangan super tinggi. Kemudian dikroscek dari petugas mereka menyebutkan salah satu faktor penyebabnya adalah pohon ini," sambungnya.

Menurutnya, pohon yang diduga menjadi faktor padamnya listrik telah melebihi batas maksimal yang mencapai 8,5 meter.

"Kalau misalnya di atas 8,5 meter akan terjadi flash atau lompatan listrik bisa mengganggu jalur transmisi tersebut. Namun demikian, tim pusat baik dari Bareskrim maupun PLN akan melakukan investigasi secara komprehensif terkait asalah kejadian blackout," katanya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini