Dalami kasus suap RSUD Kardinah Kota Tegal, KPK kembali periksa Siti Masitha

Kamis, 14 September 2017 11:53 Reporter : Sania Mashabi
Siti Masitha. ©wikipedia.org

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa tersangka kasus suap pengelolaan dana kesehatan RSUD Kardinah Kota Tegal, yang juga mantan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno (SMS). Wanita yang akrab Bunda Sitha itu diperiksa sebagai tersangka atas kasus yang sedang membelitnya itu.

"SMS diperiksa untuk kasus suap pengelolaan dana kesehatan RSUD Kardinah kota Kota Tegal," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan tiga orang tersangka terkait tindak pidana suap pengelolaan dana kesehatan RSUD Kardinah, Tegal. Salah satu dari ketiga tersangka adalah Wali Kota Tegal, Siti Masitha.

"KPK menetapkan tiga orang tersangka atas tindak pidana suap terkait pengelolaan dana kesehatan RSUD Kardinah dan pengadaan alat kesehatan di lingkungan pemerintah kota Tegal tahun anggaran 2017," ujar wakil ketua KPK, Basaria Pandjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Rabu (30/8).

Penetapan tersangka didahului atas operasi tangkap tangan terhadap Siti, Selasa (29/8) sore dan tujuh orang lainnya. Amir, pihak swasta sekaligus orang kepercayaan Siti, dan wakil direktur utama RSUD Kardinah, Cahyo juga ditangkap dalam rangkaian operasi penangkapan tersebut.

Atas perbuatannya, Siti dan Amir selaku penerima disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Cahyo selaku pemberi disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 undang-undang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.