Dalami Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri, Kejagung Periksa Dua Saksi

Jumat, 11 Juni 2021 09:00 Reporter : Bachtiarudin Alam
Dalami Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri, Kejagung Periksa Dua Saksi Kejagung dan BPK Umumkan Kasus Korupsi Asabri. ©2021 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terus mendalami dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asabri. Teranyar, mereka memeriksa dua orang saksi terkait kasus itu.

"Kejaksaan Agung memeriksa dua orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia," kata Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Kamis (10/5).

Kedua saksi yang diperiksa yakni FBTT dan AK. FBTT merupakan Direktur PT Ciptadana Sekuritas Asia periode 2012-2019. Dia diperiksa terkait pendalaman broker Asabri.

Sementara itu AK merupakan Corporate Secretary PT Trada Alam Minera, Tbk. AK diperiksa terkait pemegang saham pengendali di perusahaannya.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri," tuturnya.

Sejauh ini Jampidsus Kejagung telah menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asabri. Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 - Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri dan Dirut PT Asabri periode Maret 2016 - Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja.

Kemudian, Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 - 2014 dan 2015 - 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 - Januari 2017 Ilham W Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Lalu, Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) telah mengumumkan kasud dugaan korupsi di PT Asabri merugikan keuangan negara mencapai Rp22,73 triliun. Angkanya jauh lebih besar dari kerugian pada kasus Jiwasraya.

Terkait kasus ini, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan pihaknya telah berhasil menyita aset-aset dengan nilai Rp13 triliun dari tangan para tersangka.

"Sampai saat ini sekitar Rp13 triliun (aset disita), dan pasti akan kami buru. Walaupun tahapannya sudah sampai penuntutan," terang Burhanuddin saat jumpa pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (31/5).

Walau baru berhasil menyita Rp13 triliun, Burhanuddin menegaskan pihaknya akan terus memburu aset para tersangka kasus korupsi Asabri. Pelacakan masih dilanjutkan.

"Tapi ada kewajiban kami untuk melakukan asset tracing, karena ada kewajiban kami untuk memenuhi kerugian yang terjadi. Bahkan setelah putusan, kami masih ada kewenangan dan kewajiban untuk mengembalikan ini," terangnya. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini