Dalami Kasus Dugaan Korupsi, KPK Periksa Pejabat Pemkab Jember

Selasa, 13 Oktober 2020 13:35 Reporter : Muhammad Permana
Dalami Kasus Dugaan Korupsi, KPK Periksa Pejabat Pemkab Jember Ilustrasi KPK. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan sedang memeriksa pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, terkait dugaan tindak pidana korupsi.

"Hari ini benar KPK ada kegiatan di Jember, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya dugaan korupsi. KPK meminta keterangan beberapa pihak di lingkungan Pemkab Jember," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (13/10).

Ali Fikri belum bersedia menjelaskan terkait perkara yang tengah diselidiki tersebut. "Karena masih proses penyelidikan, maka mengenai materinya saat ini belum bisa kami sampaikan dan nanti pada waktunya akan kami informasikan lebih lanjut perkembangannya," ujar pegawai berlatar belakang jaksa ini.

Pemeriksaan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni mulai Selasa hingga Rabu (14/10) besok. "Info yang kami terima hari ini dan besok," sambung Ali.

Sebelumnya, penyelidik KPK telah beberapa kali terjun ke Jember untuk melakukan pemeriksaan. Pada pertengahan Februari 2020, tiga orang penyelidik KPK yang sedang menggali informasi secara rahasia di salah satu desa di Jember utara, sempat nyaris disandera warga. Saat itu, tiga petugas KPK itu sempat dikira penculik karena menolak menunjukkan kartu identitasnya.

Setelah penyelidikannya bocor, KPK kemudian mengubah metode penyelidikannya. Dua hari kemudian, seorang pemilik toko bangunan di Jember diundang KPK ke Jakarta untuk dimintai klarifikasi. Dalam salinan surat undangan klarifikasi dari KPK yang diterima merdeka.com, tertulis saksi tersebut diminta hadir pada 25 Februari 2020 untuk penyelidikan terkait penggunaan anggaran di Pemkab Jember tahun 2019-2020.

"Surat itu benar. Dia sudah datang memenuhi undangan sebagai saksi. Namun kami tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut karena kasus ini masih tingkat penyelidikan mas," ujar Ali Fikri saat dikonfirmasi merdeka.com pada 26 Februari 2020.

Berikutnya, pada pertengahan Juli, KPK selama hampir seminggu melakukan penyelidikan dengan memanggil sejumlah pejabat Pemkab Jember. Penyelidik KPK saat itu meminjam ruangan di Mapolres Jember untuk pemeriksaan. "Benar, beberapa hari yang lalu, KPK mengadakan kegiatan permintaan keterangan sejumlah pihak di Jember," ujar Ali Fikri pada 27 Juli 2020 lalu.

Salah satu pejabat yang mengaku diperiksa oleh penyelidik KPK itu adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano. "Ya benar, saya diperiksa hari Selasa, tanggal 21 Juli 2020," kata Mirfano saat dikonfirmasi melalui telepon.

Saat itu, Mirfano mengaku dimintai keterangan oleh penyelidik KPK selama sekitar 9 jam. Salah satu materi yang ditanyakan adalah soal proyek pengadaan pelampung tahun 2018. Proyek pengadaan pelampung ini, dalam catatan Merdeka.com merupakan proyek multiyears, dibiayai APBD Jember dari tahun anggaran 2018 hingga 2020. "Selain proyek itu, ada lagi proyek yang ditanyakan, tapi saya tidak bisa sampaikan," tutur ASN tertinggi di Pemkab Jember ini. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. KPK
  3. Jember
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini