Dalami Aliran Suap ke Aa Umbara, KPK Periksa Alda The Changcuters

Sabtu, 26 Juni 2021 17:03 Reporter : Merdeka
Dalami Aliran Suap ke Aa Umbara, KPK Periksa Alda The Changcuters Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid 19 pada Dinsos Kabupaten Bandung Barat tahun 2020. KPK ingin mendalami aliran uang yang diduga diterima Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.

Mereka yang diperiksa tim penyidik KPK pada Jumat 26 Juni 2021 adalah Arlanda Ghazali Langitan alias Alda The Changcuters, Oktavianus (swasta), Risal Faisal (swasta), dan Dikki Harun Andika (swasta). Mereka diperiksa di Aula Wakil Bupati.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya pemberian sejumlah uang kepada AUM dari berbagai pihak karena ikut melaksanakan pengadaan Bansos Pandemi Covid 19 pada Dinsos Kabupaten Bandung Barat tahun 2020," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya, Sabtu (26/6).

Sejumlah saksi lainnya yang dijadwalkan diperiksa pada Jumat 25 Juni 2021 kemarin tak memenuhi panggilan tim penyidik.

Saksi yang tak hadir adalah Rini Rahmawati (swasta), Ricky Widyanto (swasta), Benny Setiawan (swasta), Seftriani Mustofa (ibu rumah tangga), Iwan Nurhari (swasta), Ricky Suryadi (swasta), Rini Dewi Mulyani (ibu rumah tangga), Asep Juhendrik (swasta), dan Samy Wiratama (swasta).

"Tidak hadir dan tidak mengkonfirmasi karenanya KPK mengimbau para saksi untuk kooperatif hadir memenuhi panggilan tim penyidik yang akan segera dijadwalkan," kata Ali.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Selain keduanya, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JGD) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M. Totoh Gunawan (MTG) sebagai tersangka. KPK menduga Aa Umbara menerima sekitar Rp 1 miliar terkait pengadaan ini.

Aa Umbara diduga membantu Totoh dan Andri mendapat proyek pengadaan bansos Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat tahun 2020. Sepanjang April-Agustus 2020, Pemkab Bandung Barat menyalurkan bansos bahan pangan dengan 2 jenis paket yakni bansos Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS) dan bansos terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini