Dalam transkrip, nama Luhut paling banyak disebut dibanding Presiden

Selasa, 17 November 2015 04:02 Reporter : Hery H Winarno
Dalam transkrip, nama Luhut paling banyak disebut dibanding Presiden Luhut Binsar Panjaitan. ©2014 merdeka.com/arie basuki
Entah siapa yang menyebar, transkrip pembicaraan yang diduga dilakukan Setya Novanto beredar luas di kalangan wartawan. Dalam transkrip yang beredar, ada tiga orang yang sedang berbincang mengenai perpanjangan kontrak PT Freeport.

Merdeka.com - Dalam transkrip tersebut ada seorang berinisial Sn yang diduga adalah Setya Novanto, lalu ada Ms diduga Dirut PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin. Sedangkan inisial R masih belum diketahui. Namun diduga R ini adalah seorang pengusaha.

Dalam transkrip yang didapat merdeka.com, Sn, Ms dan R berbincang seputar perpanjangan kontrak Freeport. Dalam perbincangan, ketiganya juga membawa nama presiden, Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Luhut Panjaitan.

Dalam transkrip tersebut, nama Presiden (Jokowi) disebut 10 kali.

Sn: Presiden Jokowi itu dia sudah setuju di sana di Gresik tapi pada pada ujung-ujungnya di Papua. Waktu saya ngadep itu, saya langsung tahu ceritanya ini waktu rapat itu terjadi sama Darmo...Presiden itu ada yang mohon maaf ya, ada yang dipikirkan ke depan, ada tiga....(kurang jelas)

Tapi kalau itu pengalaman-pengalaman kita, pengalaman-pengalaman presiden itu, rata-rata 99 persen gol semua.< [hhw] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini