Dalam pembelaan, Baasyir sebut kesalahannya minim tapi direkayasa

Selasa, 12 Januari 2016 19:34 Reporter : Chandra Iswinarno
Dalam pembelaan, Baasyir sebut kesalahannya minim tapi direkayasa Abu Bakar Baasyir. ©REUTERS/Darren Whiteside

Merdeka.com - Pemimpin Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Ustaz Abu Bakar Baasyir, sempat memberikan pembelaan sebelum sidang peninjauan kembali diajukannya selesai. Dia menyatakan, latihan militer digelar di Aceh hanya kesalahan ringan, dan justru pemerintah sengaja merekayasa kasusnya.

Pada poin terakhir, Abu Bakar Baasyir mengakui latihan fisik menggunakan senjata di Aceh memang melanggar undang-undang yang mengatur tentang penggunaan senjata api. Namun dia meyakini hal itu bukan kesalahan di mata Allah S.W.T.

"Latihan ini menggunakan senjata api tanpa meminta izin pemerintah. Ini suatu kesalahan menurut undang-undang pemerintah. Tetapi menurut ajaran Islam, ini amal benar. Karena menaati perintah Allah, karena menaati perintah Allah tidak boleh minta izin manusia," kata Baasyir, di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (12/1).

Selain itu, Baasyir melanjutkan, latihan militer bersenjata menjadi persoalan karena pemerintah berkuasa tidak berdaulat Islam. dia mengemukakan, persoalan pelatihan militer fisik dengan menggunakan senjata sebenarnya hanya kesalahan ringan.

"Karena yang memerintah, yang berkuasa tidak berdaulat Islam, maka latihan ini disalahkan. Ini sebenarnya kesalahan ringan, oleh jaksa dan hakim dibesar-besarkan dengan menuduh amalan teror yang mengganggu dan membahayakan keamanan negara," ucap Baasyir.

Selain itu, Baasyir menyatakan tuduhan disampaikan jaksa dan hakim saat memvonisnya bersalah tidak berdasar pada bukti kuat. Menurut dia, tuduhan itu merupakan bukti rekayasa politik menghalangi jalan perjuangannya menegakkan Islam.

"Tuduhan ini sebenarnya tidak berdasar hukum mereka, karena sama sekali tidak didasari bukti. Semua saksi inti tidak boleh menghadiri sidang. Mereka menyampaikan kesaksian melalui teleconference dari tahanan mereka. Ini berarti, menuduh dengan cara rekayasa politik, tujuannya untuk menghalangi perjuangan saya menegakkan Islam," sambung Baasyir.

Karena itu, Baasyir mengatakan keputusan hakim terhadap pelaksana kegiatan latihan militer di Aceh adalah bentuk kezaliman dan tidak adil. "Justru mereka mengingkari undang-undang sendiri karena memutuskan tanpa bukti yang jelas. Kami minta hakim berbuat jujur. Takutlah kepada Allah. Karena jaksa dan hakim akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah," ucap Baasyir.

Pernyataan ini kemudian disambut takbir seribuan massa menyaksikan persidangan pimpinan mereka di PN Cilacap. Selanjutnya, dalam dua pekan ke depan, pihak tim pengacara muslim mendampingi Abu Bakar Baasyir meminta bantuan PN Cilacap supaya mendatangkan tiga saksi inti, saat ini mendekam di Pulau Nusakambangan. [ary]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini