Dalam 5 Hari, Polres Garut Tilang 1.830 Pelanggar Lalu Lintas

Selasa, 3 September 2019 08:58 Reporter : Mochammad Iqbal
Dalam 5 Hari, Polres Garut Tilang 1.830 Pelanggar Lalu Lintas Polres Garut Tilang 1.830 Pelanggar Lalu Lintas. ©2019 Merdeka.com/Mohammad Iqbal

Merdeka.com - Kepolisian Resor Garut merilis hasil operasi patuh yang dilaksanakan mulai 29 Agustus 2019 kemarin. Hingga Senin (2/9), tercatat 1.830 pelanggar yang berhasil terjaring razia.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, 112 aparatur sipil negara (ASN) dan 457 pelajar terjaring razia. Hingga hari ke 5 operasi Patuh Lodaya 2019 terjadi kenaikan jumlah pelanggar hingga 40 persen.

"Dalam Operasi Patuh Lodaya 2019 ada kenaikan 40 persen dari tahun 2018 yang menjaring 1166 pelanggar menjadi 1830 hingga hari kelima. Rata-rata kendaraan yang terjaring kendaraan roda dua karena persoalan helm," ujarnya, Selasa (3/9).

Selain itu, dia mengungkapkan, sejumlah kendaraan bermotor roda empat pun banyak terjaring, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Mereka kebanyakan tidak bisa menunjukkan STNK.

"Memang terjadi peningkatan pelanggar hingga hari kelima ini dan bisa jadi jumlah peningkatan ini terus meningkat hingga berakhirnya operasi patuh ini. Kebanyakan pelanggar ini kita jaring di kawasan perkotaan Garut. Ini artinya kesadaran berlalulintas masih kurang," ujarnya.

Budi menjelaskan, kebanyakan pelanggar aturan lalu lintas ini berusia 17 hingga 35 tahun. Dan mayoritas pelanggar tidak menggunakan helm SNI.

"Dengan kondisi ini kita akan akan terus melakukan pembinaan kepada warga agar kesadaran dirinya dalam berlalulintas semakin tumbuh. Karena itu kan untuk keselamatan dirinya," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini