Dahlan Iskan Cerita Pernah Bermimpi Jadi Presiden RI

Sabtu, 15 Agustus 2020 20:48 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Dahlan Iskan Cerita Pernah Bermimpi Jadi Presiden RI Sidang vonis Dahlan Iskan. ©2017 merdeka.com/Masfiatur Rochma

Merdeka.com - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengakui bahwa sebenarnya ia ingin menjadi pemimpin di Indonesia. Impian ini muncul saat usianya masih 30 tahun.

Impiannya untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia itu pudar saat menyadari dirinya termasuk orang yang ekstrem. Ia merasa, orang-orang ekstrem tidak akan bisa menjadi pemimpin di negara demokratis seperti Indonesia.

“Saya umur 30 memimpikan menjadi pemimpin di masa depan, tetapi saya ekstrem, tidak mungkin. Untuk negara demokrasi seperti Indonesia, tidak mungkin yang ekstrem jadi pemimpin di masa mendatang,” ujar Dahlan Iskan dalam webinar ‘Membangun Kepemimpinan Indonesia Maju di Tengah Krisis Global’ yang diselenggarakan oleh Partai Gelora, Sabtu (15/8).

Selanjutnya, Dahlan menambahkan bahwa orang Indonesia cenderung berkelompok. Ada banyak sekali kelompok di Indonesia. Mulai dari kelompok keagamaan maupun suku. Dari banyaknya kelompok besar agama-agama di Indonesia saja, masih dibagi lagi menjadi sub kelompok yang lebih kecil. Dari begitu banyaknya kelompok di Indonesia, seorang pemimpin sebaiknya menurut Dahlan, harus berada di tengah.

“Karena sebaik-baiknya kelompok adalah kelompok yang di tengah-tengah. Artinya tidak (cenderung) ke sana, ke sini, tapi punya karakter dan punya kemampuan untuk membawa negara maju,” ujarnya.

Untuk bisa menjadi pemimpin di Indonesia, berada di tengah saja tidak cukup. Menurut Dahlan, di era demokrasi seperti ini, seorang calon pemimpin harus populer di semua kelompok itu.

“Harus diakui, Indonesia ini orangnya berkelompok. Ada kelompok Islam, Kristen, Hindu, Islam Jawa, Islam luar Jawa. Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU). Bahkan ada Muhammadiyah Amien Rais, Muhammadiyah apalagi? Nah dalam kesukuan, ada adat Jawa, Jawa Islam. Nah yang terpilih adalah yang populer di semua kelompok ini,” ujarnya.

Baca Selanjutnya: Untuk menjadi seseorang yang populer...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini