Curhatan Para Menteri Jokowi

Jumat, 6 Desember 2019 06:30 Reporter : Syifa Hanifah
Curhatan Para Menteri Jokowi Kabinet Indonesia Maju. ©BPMI

Merdeka.com - Sudah satu bulan lebih para menteri Jokowi dalam Kabinet Indonesia Maju bekerja. Ada cerita dari beberapa menteri yang mengutarakan isi hatinya terhadap kebijakan yang telah menghambat kinerja dari kementeriannya.

Cerita mulai dari rumitnya birokrasi sampai curhat mengenai gejolaknya ekonomi dunia. Berikut ini curhatan para menteri Presiden Jokowi:

1 dari 3 halaman

Menkeu Curhat Kerap Kena PHP Negosiasi Dagang AS dan China

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan gejolak ekonomi membuat seluruh negara di dunia dihadapkan pada harapan dan kekecewaan. Salah satu kondisi yang paling memberi harapan palsu adalah hubungan dagang Amerika Serikat dengan China.

"Jadi kemarin kita sudah berharap akan ada deal antara AS dan China, tapi tiba-tiba ada perkembangan baru yang membuat kesepakatan kedua negara setelah pemilu 2020. Artinya tiap hari kita dihadapkan berharap lalu kecewa, berharap lalu kecewa," ujarnya di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (5/12).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, ketidakpastian ekonomi global membuat setiap pemangku kepentingan di seluruh dunia berupaya meningkatkan kewaspadaan. Hal tersebut mengantisipasi agar perekonomian domestik tidak terimbas.

"Tahun 2019 masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, mungkin ceritanya sama tapi pemicunya selalu berbeda. Lingkungan di mana kita berada dan beroperasi dari sisi ekonomi memang tidak pasti," papar Menteri Sri Mulyani.

2 dari 3 halaman

Erick Thohir Heran BUMN Banyak Punya Hotel

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI di DPR pada, Senin (2/12) lalu, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku heran melihat perusahaan BUMN hampir semua memiliki hotel. Karena ia akan mengembalikan perusahaan plat merah tersebut ke bisnis masing-masing.

"Semua BUMN punya bisnis hotel, ini kenapa kami harus konsolidasi sesuai dengan core businessnya," kata Erick di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (2/12).

Bukan hanya itu, Erick Thohir juga menyinggung soal perusahaan pelat merah yang memiliki banyak anak usaha hingga disebut cucu dan cicit. Untuk itu, ia akan segera menggodok peraturan pembentukan anak usaha BUMN. Nantinya, pembentukan anak usaha BUMN harus memiliki alasan dan tujuan yang jelas serta berkaitan dengan bisnis intinya.

"Pembentukan anak dan cucu usaha harus ada alasannya, yang jelas. Tapi kalau nggak ada alasannya, saya setop," katanya.

Erick menyatakan, adanya anak hingga cicit usaha yang tidak sinkron dengan core bisnis memang terbentuk sejak awal. Erick tidak mau adanya oknum-oknum menggerogoti BUMN lain yang sehat.

"Misalnya, Krakatau Steel utang Rp40 triliun. KS itu ada 60 anak usaha. Tapi kalau bapak-bapak tanya bisa nggak pangkas anak usaha KS dalam sepekan, nggak bisa. Makanya peraturan menteri harus segera dikeluarkan," ujar Erick.

3 dari 3 halaman

Wishnutama: Birokrasi Ribet, Bikin Gemes

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama bercerita jika dirinya sempat merasakan jengkel dengan sistem birokrasi di pemerintahan yang terlalu berbelit-belit.

Terlebih dirinya yang memiliki background memimpin perusahaan swasta. "Kalau birokrasi itu kan jauh lebih complicated daripada kehidupan di swasta. Kemarin kalau swasta kan besok ke kiri, ke kiri semua. Kalau bisa ke kanan ke kanan semua. Kalau di birokrasi kan tidak sesederhana itu," katanya kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

"Jadi memang karena kebenaran saya ingin melakukan sesuatu yang kadang-kadang banyak aturan ini itu, jadi gemes ya. Jadi gemes bahkan yang sederhana saja kadang-kadang agak sulit," sambungnya. [dan]

Baca juga:
Mensesneg Minta Menteri, Wamen, dan Stafsus Segera Lapor Harta Kekayaan ke KPK
Menhub Budi Baca Cibiran di Media Sosial: Capek Deh!
KPK Ingatkan Menteri dan Wamen Jokowi yang Belum Serahkan LHKPN
Enam Menteri dan Empat Wamen Belum Serahkan LHKPN, Stafsus Juga Wajib Laporkan Harta
Tradisi Menteri Rangkap Jabatan Dinilai harus Diakhiri

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini