Curhat Siswi SMA Pengeroyok Siswi SMP di Pontianak jadi Korban Bully Medsos

Kamis, 11 April 2019 13:41 Reporter : Lia Harahap
Curhat Siswi SMA Pengeroyok Siswi SMP di Pontianak jadi Korban Bully Medsos tersangka pengeroyok siswi SMP di Pontianak minta maaf. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Tujuh orang siswa SMA memberikan keterangan di hadapan awak media terkait tindakan pengeroyokan ABZ (15) siswi SMP di Pontianak. Semua siswi tampak mengenakan masker. Bahkan beberapa dari mereka menggunakan jaket.

Dalam jumpa pers itu, mereka mengaku menyesali perbuatannya. Namun salah satu siswi mengaku menjadi korban bully di media sosial setelah kasus itu terungkap ke publik.

"Dalam kasus ini, kami juga menjadi korban bully dari medsos yang telah menghakimi melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif korban," ungkap salah seorang terduga penganiayaan. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (11/4).

Siswi tersebut menilai yang dilakukan terhadap korban adalah penganiayaan ringan.

"Padahal hanya penganiayaan ringan, bahkan kami kini diancam dibunuh dan terus diteror oleh warganet," katanya.

Sementara itu, Polresta Pontianak, Rabu malam, telah menetapkan tiga tersangka masing-masing berinisial FA atau Ll, TP atau Ar dan NN atau Ec (siswa SMA) dugaan kasus penganiayaan seorang pelajar SMP Aud di Kota Pontianak.

"Dari hasil pemeriksaan, akhirnya kami menetapkan tiga orang sebagai tersangka, sementara lainnya sebagai saksi," kata Kapolresta Pontianak, Kombes (Pol) Muhammad Anwar Nasir.

Penetapan tersebut, dari hasil pemeriksaan yang ketiganya mengakui penganiayaan, tetapi tidak melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif seperti informasi yang beredar di media sosial.

"Terhadap ketiga tersangka dikenakan pasal 80 ayat (1) UU No. 35/2014 tentang perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman tiga tahun enam bulan penjara, atau kategori penganiayaan ringan sesuai dengan hasil visum oleh pihak Rumah Sakit Mitra Medika," ungkapnya.

Sesuai dengan UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, maka dilakukan diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana), katanya.

Ia menambahkan, fakta hingga ditetapkan sebagai tersangka, yakni tersangka menjambak rambut korban, mendorong hingga jatuh, lalu ada tersangka yang memiting, dan ada tersangka yang melempar menggunakan sandal.

Ia mengimbau, masyarakat tidak mempercayai informasi yang menyesatkan di medsos, seperti pelaku melakukan pengeroyokan maupun sampai merusak area sensitif korban itu.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala Bidang Dokkes Polda Kalbar, Kombes (Pol) dr Sucipto mengatakan, dari hasil pemeriksaan dokter, hasilnya tidak seperti yang diberikan di media sosial yang menyatakan pada area sensitifnya dianiaya.

"intinya masih utuh, tidak ada robekan atau luka, dan tidak ada trauma fisik pada area sensitif tersebut," katanya.

[lia]

Topik berita Terkait:
  1. Pontianak
  2. Penganiayaan
  3. Bullying
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini