Cuitan Anggota TPPU Anies Dinilai Serang Pribadi Risma, Pemkot Kaji Upaya Hukum

Jumat, 2 Agustus 2019 17:04 Reporter : Erwin Yohanes
Cuitan Anggota TPPU Anies Dinilai Serang Pribadi Risma, Pemkot Kaji Upaya Hukum Tri Rismaharini. ©2017 merdeka.com/mohammad taufik

Merdeka.com - Niatan Fraksi NasDem di DPRD DKI Jakarta membawa Wali Kota Jakarta, Tri Rismaharini, untuk mengurusi masalah sampah ibu kota makin hangat diperbincangkan. Apalagi, setelah Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta bidang pesisir, Marco Kusumawijaya, ikut memberi komentar di akun Twitter-nya @mkusumawijaya.

"Keren! Bagus banget buat Jakarta kalau Bu Risma mau jadi Kepala Dinas Persampahan. Dinas Lingkungan Hidup bisa dipecah menjadi salah satunya Dinas Persampahan. Semoga beliau mau, kalau sudah lega dengan urusan anaknya," tulis Marko, Rabu (31/7) kemarin.

Cuitan Marco Kusumawijaya membuat pemkot 'geram'. Tim hukum Pemkot Surabaya sedang mengkaji upaya hukum atas cuitan tersebut.

"Ya tentu kita sesalkan cuitan tersebut, karena telah menyerang pribadi. Untuk itu kita akan diskusikan dengan tim hukum untuk kajian hukumnya bagaimana nanti," tegas Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser," Jumat (2/8).

Dia menambahkan, dalam kasus ini pihaknya tidak ingin memanasi situasi. Ia pun menyerahkan penilaian perilaku tersebut pada publik. "Biar publik lah yang menilai. Kami tidak ingin memanasi situasi," tambahnya.

twitter marco kusumawijaya

Ia menambahkan, sejak awal Risma tak berniat mencampuri urusan permasalahan sampah di Jakarta. Apa yang dilakukan Risma hanya menjawab pertanyaan anggota DPRD DKI yang melakukan studi banding pengelolaan sampah di Surabaya.

"Bu Risma tidak mencampuri urusan apa yang ada di Jakarta. Mereka (DPRD DKI) datang belajar dan ibu hanya menjelaskan tentang program yang telah dilakukan di Surabaya," katanya.

Untuk diketahui, Fuad Benardi, putra Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini diduga terlibat kasus perizinan proyek basemen RS Siloam yang menyebabkan Jalan Raya Gubeng ambles sedalam sekitar 10 meter pada 18 Desember 2018 lalu.

Pada bulan Maret lalu, Fuad sudah diperiksa penyidik Subdit V Tipikor Dit Reskrimsus Polda Jawa Timur. Pemeriksaan terhadap putra sulung Risma ini, lanjutnya, karena adanya keterangan saksi lain yang sudah diperiksa penyidik.

"Emang betul pada hari ini melakukan pemeriksaan terhadap inisial F (Fuad) terkait perkembangan penanganan perkara daripada, eh, Jalan Gubeng yang longsor itu," terang Dir Reskrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, kala itu.

Pemeriksaan terhadap putra sulung Risma ini, setelah mendapatkan keterangan dari saksi lain yang sudah diperiksa lebih dulu oleh penyidik. "Terkait adanya keterangan saksi lainnya yang menjelaskan nama inisial F tersebut," ungkapnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini