Cinta tak direstui, duda asal Kebayoran Baru bunuh diri terjun ke sumur

Rabu, 14 Maret 2018 01:31 Reporter : Imam Mubarok
TKP duda bunuh diri di Kediri. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Samianto (37), warga Jalan Petogogan, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengakhiri hidup dengan terjun ke dalam sumur milik pamannya, Sugeng Wiyono (43), warga Dusun Baran, Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Saminto bunuh diri akibat frustasi karena cintanya tak direstui orangtua.

Penemuan jenazah korban bermula saat Deni Marta, istri Sugeng hendak mandi dan mencium aroma busuk di sekitar sumur. "Istri saya kemudian meminjam senter untuk melihat isi di dalam sumur berkedalaman kurang lebih delapan meter itu. Ternyata di dalam sumur terdapat sosok mayat korban," kata Sugeng Wiyono, Selasa (13/3).

Sugeng mengatakan Samianto baru sebulan tinggal bersamanya. Dia mengatakan, Samiato datang ke Kediri untuk meminang kekasihnya bernama Intan di Blitar. Tetapi karena orangtua Intan tidak merestui, Samianto pun akhirnya frustasi.

Sebelum mengakhiri hidupnya, Saminato pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan minum obat yang dicampur deterjen.

"Lima hari sebelumnya dia melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum tujuh jenis obat yang dicampur dengan detergen. Beruntung aksinya diketahui oleh Sugeng dan korban dibawa ke Rumah Sakit Siti Khodijah Gurah," kata AKP Suyono, Kapolsek Gurah, Polres Kabupaten Kediri.

Pasca dievakuasi dan olah TKP, selanjutnya polisi membawa jenasah korban Ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri untuk autopsi. Dari pemeriksaan sementara, petugas tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuhnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Bunuh Diri
  2. Kediri
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini