Cerita WNI di Inggris puasa 18 jam, rindu masakan lezat Indonesia

Senin, 22 Juni 2015 01:03 Reporter : Abdullah Sani
Cerita WNI di Inggris puasa 18 jam, rindu masakan lezat Indonesia Almi widyawati WNI di Inggris. ©2015 Merdeka.com/abdulah sani

Merdeka.com - Jika di Indonesia umat muslim berpuasa kurang lebih selama 14 jam, Warga Negara Indonesia di inggris berpuasa selama 18 jam. Saat di Indonesia berbuka puasa, di sana baru melaksanakan makan sahur.

Almi Widyawati, warga Pekanbaru Riau yang tinggal di kota Preston, Lancashire, England mengungkapkan, perbedaan menjalankan ibadah puasa tidak membuat semangatnya surut. Sebab, meski di Inggris lebih lama menjalankan puasa, namun godaannya bisa dikatakan lebih sedikit dibanding di Indonesia.

"Alhamdulillah tahan. Sudah 15 tahun menjalankan puasa Ramadan di sini (Inggris), jadi sudah terbiasa berpuasa selama 18 jam," ujar Widya, saat berbincang dengan merdeka.com melalui chatting facebooknya, Minggu (21/6).

Almi menceritakan, kalau di Indonesia warganya sedang sahur, dirinya dan muslim di Inggris lainnya menikmati santapan berbuka puasa, dengan makanan yang dimasak sendiri.

Dikatakannya, di Indonesia yang kaya akan rempah-rempah sebagai penikmat kuliner yang menggoda selera, tidak ditemukan di Inggris, hal itu menjadi plus minus di Inggris.

"Di negara kita (Indonesia), terkenal masakannya yang lezat, kadang jadi godaan juga sih. Sedangkan di sini, kalau mau makan selezat di Indonesia ya harus masak sendiri. Bisa dikatakan tidak ada godaan makanan di Inggris, hehehe," ujarnya bercanda.

Bahkan, pedagang di Pekanbaru yang kerap menjual makanan dan minuman yang sangat lezat seperti gorengan, kolang kaling, cendol, es buah, onde-onde, kue lapis dan kue lainnya juga tidak ditemukan pedagang di Inggris yang menjual makanan seperti di Indonesia.

"Kalau pengen makanan ringan atau cemilan seperti itu, ya mesti masak sendiri, bahannya pun susah didapatkan, setidaknya sekali-sekali bisa lah masak makanan khas kita," kata ibu dua anak ini.

Almi yang memiliki suami warga Negara Inggris bernama Martin Scott ini mengaku kerap merindukan suasana Ramadan di Indonesia, dia mengaku hampir setiap tahun dirinya tidak menikmati Ramadan di Indonesia.

"Kalau rindu, itu pastilah. Kangen restoran Indonesia yang masakannya khas negara kita. Di sini banyak restoran masakan ala Inggris, kan enggak enak ya, beras sih ada banyak. Tapi ya itulah, masak sendiri," kata dia. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini