Cerita SBY, Jokowi dan Prabowo pernah tegur peserta saat pidato

Senin, 5 November 2018 06:35 Reporter : Syifa Hanifah
Cerita SBY, Jokowi dan Prabowo pernah tegur peserta saat pidato Deklarasi Kampanye Damai. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Ada peristiwa-peristiwa tak biasa saat Presiden Joko Widodo, Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto berpidato di podium. Baik Jokowi, SBY dan Prabowo pernah menegur di tengah banyak peserta sebuah acara.

Apa penyebabnya? Berikut petikan momen-momen Jokowi, SBY dan Prabowo menegur peserta acara:

1 dari 3 halaman

SBY tegur bupati yang tertidur

Pertemuan SBY dan Prabowo. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menegur pejabat daerah yang tertidur saat dirinya sedang berpidato dalam acara pembekalan konsolidasi pemerintah di Gedung Lemhannas pada 2008 lalu.

Dengan tegas dia menunjuk pejabat daerah tersebut yang tertidur, spontan ruangan yang berisi pimpinan DPRD, bupati/walikota langsung menegakkan kepala.

"Coba bangunkan yang tidur, yang tidur itu. Kalau mau tidur silakan di luar saja. Seharusnya Anda merasa berdosa pada rakyat. Sebagai pemimpin Anda punya tanggung jawab dan emban amanah rakyat, saat kita bicarakan masalah rakyat kok malah tidur," tegas SBY di hadapan pejabat daerah tersebut.

2 dari 3 halaman

Jokowi Tegur Menkes dan Dirut BPJS

Jokowi lepas ekspor Xpander. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di atas podium pernah menegur Menteri Kesehatan Nila Moeloek, serta Direktur Utama BPJS Fahmi Idris terkait defisit BPJS Kesehatan. Jokowi menilai masalah berulang ini berakar pada kesalahan pengelolaan sistem yang ada, dan seharusnya permasalahan BPJS dapat diselesaikan di tingkat Menkes dan Dirut BPJS tanpa perlu sampai ke meja Presiden.

"Mestinya sudah rampunglah di Menkes, di Dirut BPJS. Urusan pembayaran utang RS sampai presiden. Ini kebangetan sebetulnya, kalau tahun depan masih diulang, kebangetan," kata Jokowi

"Ada yang bilang Pak, masih kurang. Kebutuhan bukan Rp 4,9 triliun. Lho kok, enak banget ini, kalau kurang minta, kalau kurang minta. Mestinya ada manajemen sistem yang jelas sehingga kepastian pembayaran RS ini jelas," katanya.

3 dari 3 halaman

Prabowo tegur simpatisan yang sibuk foto

Prabowo Subianto. Merdeka.com

Prabowo Subianto juga pernah menegur kader dan simpatisan karena terlalu 'heboh' dengan kehadirannya di Depok, Jawa Barat, ditambah untuk masuk pun Prabowo sedikit kesulitan karena antusias yang luar biasa. "Duduk. Kalau mau dengar (orasi) yang tertib," katanya sebelum memulai orasi, Minggu (1/4).

Dia juga sempat menegur simpatisan yang terus-menerus berfoto. Mereka memfoto dengan handphone dan berada di depan tamu utama yang duduk di barisan depan. "Turunkan handphone kalian. Mau dengar saya atau mau foto," ucapnya keras.

Sayangnya teguran itu tidak cepat didengar oleh massa. Sehingga Prabowo sempat menegur berkali-kali. Dia juga menyindir simpatisan yang justru cengengesan atas tegurannya. "Ini ciri khas bangsa kita. Kalau ditegur malah ketawa," tegurnya. [has]

Baca juga:
Cerita Jokowi ingin jadikan penyandang disabilitas stafsus Presiden
Jokowi: Bapak Ibu saya dari Boyolali
Jokowi ajak pengusaha hijrah, Sandiaga tak merasa tersindir
Tekan defisit BPJS Kesehatan, Jokowi ajak masyarakat hidup sehat
Pakai jaket merah, begini gaya Jokowi tunggangi motor baru keliling Tangerang
Jokowi: Jangan teriak harga di pasar mahal, nanti pedagang marah tak ada pembeli

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini