Cerita SBY bersahabat dengan AM Fatwa sejak Reformasi 98

Kamis, 14 Desember 2017 14:38 Reporter : Nur Habibie
SBY melayat AM Fatwa. ©2017 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki sejumlah kesan atas Almarhum AM Fatwa. SBY mengaku bersahabat dengan anggota DPD RI itu sejak Reformasi 1998.

"Saya pribadi bersahabat dengan Almarhum semenjak Reformasi tahun 98. Sebagai sahabat kami dulu sering berdiskusi, bertukar pikiran, memikirkan Indonesia yang waktu itu sedang mengalami musibah krisis besar dan mengawali sebuah perubahan yang kemudian dikenal dengan reformasi," kata SBY usai melakukan salat jenazah di rumah duka AM Fatwa di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (14/12).

SBY memiliki kesan mendalam atas Almarhum. Saat masih menjadi TNI di era awal Reformasi, SBY dan AM Fatwa selalu berada dalam satu forum yang sama. Menurutnya, AM Fatwa juga dikenal sebagai sosok yang mencintai kebenaran, keadilan, demokrasi, kebebasan, dan persamaan hak di antara warga bangsa.

"Itulah pikiran-pikiran Almarhum. Almarhum adalah sosok yang kritis meskipun saya bersahabat baik, di samping pernyataan Almarhum sering sama dengan pandangan saya mendukung pernyataan saya. Tetapi sesekali beliau melancarkan kritik-kritiknya kepada pemerintah kritik kepada saya pribadi, tetapi saya dengarkan semuanya," ujarnya.

Menurutnya, dari kritik-kritik tersebut, dirinya dapat mengerti apa yang dirasakan rakyat. Sehingga tidak keliru dalam mengambil keputusan dan kebijakan.

Meski sudah tak lagi menjadi Presiden, SBY mengaku tetap memiliki hubungan baik dengan AM Fatwa. SBY mengaku tetap bersahabat dengan Almarhum.

SBY mengaku masih ingat saat pertemuan terakhir dengan Almarhum. Saat itu banyak pesan yang disampaikan AM Fatwa untuknya.

"Harapan-harapan beliau kepada generasi muda agar bangsa kita terus menuju ke yang lebih baik. Tentu banyak apa yang kami bicarakan dulu dengan Almarhum. Satu saya masih ingat juga beliau sebagai anggota DPD beliau banyak menyoroti kebijakan pemerintah. Saya masih ingat mengirim surat hak bertanya," ucapnya.

"Pertanyaannya kritis saya juga jawab dengan seksama sehingga ada hubungan baik antara legislatif dulu. Itu sebenarnya napas demokrasi check and balances saling peduli kemudian saling memberi dengan tujuan yang baik," tambahnya.

SBY yakin meski sudah tiada AM Fatwa banyak meninggalkan sesuatu yang baik untuk bangsa dan negara. Oleh karena itu, SBY ingin agar masyarakat bisa mendoakan yang terbaik untuk AM Fatwa.

"Mari kita mendoakan Almarhum agar hidup tenang di sisi Allah SWT. Semoga pikiran-pikiran kritis, pikiran jernih Almarhum yang masih berguna untuk bangsa negara dapat kita ingat kembali," kata [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini